Kota Yogya

Distribusi Elpiji 3 Kilogram di Kota Yogya Diperketat, Tahun Depan Dikonversi ke Bright Gas

Belakangan ini warga merasa sulit mendapatkan gas elpiji 3 kilogram, bukan lantaran stok sudah menipis, melainkan adanya distribusi yang diperketat.

Distribusi Elpiji 3 Kilogram di Kota Yogya Diperketat, Tahun Depan Dikonversi ke Bright Gas
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Disperindag Kota Yogyakarta segera lakukan sidak distribusi elpiji di pangkalan Kota Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bila beberapa hari belakangan ini warga merasa sulit mendapatkan gas elpiji 3 kilogram, bukan lantaran stok sudah menipis.

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta, Adhy Pradana menjelaskan hal tersebut dikarenakan distribusi gas elpiji 3 kilogram diperketat.

"Minggu lalu kami mendapatkan surat imbauan dari Dirjen Minyak dan Gas Bumi. Perintahnya ada pengurangan kuota untuk distribusi elpiji 3 kilogram karena dinilai sasaran pendistribusian tidak sesuai. Banyak digunakan golongan menengah atas, dan restoran," ujarnya pada Tribunjogja.com, Selasa (13/8/2019).

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Ia mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan melakukan pengawasan dan sidak ke restoran atau tempat makan untuk melihat apakah mereka juga menggunakan gas elpiji bersubsidi atau sudah beralih ke bright gas 5 kilogram maupun blue gas 12 kilogram.

"Sekarang distribusi diperketat. Benar-benar yang berhak yang bisa menerima. Kita memberikan imbauan ke pangkalan. Kalau pangkalan biasanya waton payu, barange mau dipakai kaya atau miskin, yang penting laris. Kita mau lihat note book (buku catatan) mereka," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap pangkalan  memiliki buku catatan.

Buku tersebut digunakan untuk mencatat distribusi yang mereka lakukan ke mana saja.

Misalkan ke pengecer maka akan terlihat ada berapa tabung gas yang didistribusikan.

Antisipasi Kelangkaan Gas Elpiji, Hiswana Migas Tambah Pasokan

"Dalam setiap bulan ada note book, dapat berapa, keluar berapa, ke mana, by name, by address. Kita mau lihat note book mereka. Pangkalan sebenarnya menjual ke orangnya langsung. Meski ke pengecer, jatahnya juga nggak banyak, misal 40 persen," bebernya.

Halaman
12
Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved