Bantul

Cerita Albani, Ratusan Kali Donor Darah Hingga Diganjar Piagam Penghargaan dari Presiden

Pada akhir Januari 2019, Ia diundang ke Jakarta dan dianugerahi piagam Kehormatan Satyalencana Kebaktian Sosial dari Presiden Republik Indonesia.

Cerita Albani, Ratusan Kali Donor Darah Hingga Diganjar Piagam Penghargaan dari Presiden
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Albani memegang piagam tanda kehormatan Satyalencana Kebaktian Sosial, dari Presiden Republik Indonesia atas dedikasinya puluhan tahun, mendonorkan darah 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bagi kebanyakan orang, donor darah, mungkin saja bukan agenda rutin tiap dua atau tiga bulan sekali yang harus dilakukan.

Namun berbeda dengan Albani.

Warga Kembangputihan, Guwosari Pajangan, Bantul itu menjadikan donor darah sebagai misi kemanusiaan. Tiap dua bulan sekali, musti dijadwalkan.

1. Ladang Ibadah

Albani rutin melakukan donor darah secara sukarela. Tanpa imbalan. Kebiasaan mulia itu sudah dilakukan sejak 32 tahun.

Pria Ini Sudah 32 Tahun Donorkan Darah demi Kemanusiaan

"Saya donor darah pertama kali, pada usia 18 tahun. Sekarang usia saya 50 tahun. Sudah 32 tahun saya rutin mendonorkan darah," kata Albani, menceritakan pengalamannya.

Dedikasi selama 32 tahun itu, membuat suami dari Ibu Suginem tersebut mencatatkan pencapaian, sebanyak 108 kali donor darah. Bukan pencapaian yang mudah dilakukan oleh kebanyakan orang.

2. Donor Darah Sukarela Tidak Minta Imbalan

Sebanyak 108 kali donor darah selama 32 tahun, dilakukan oleh Albani dengan sukarela. Tujuan utamanya, hanya sebatas ibadah. Menolong mereka yang kesulitan dan membutuhkan darah.

"Niat saya semata-mata hanya ibadah," tuturnya.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved