Yogyakarta

Calon TKI Dijanjikan Berangkat ke Jepang Tanpa Tes dengan Bayar Rp 45 juta

Sejumlah warga mendatangi Polda DIY dan meminta kejelasan tentang pengusutan kasus dugaan penggelapan, Selasa (13/8/2019).

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sejumlah warga mendatangi Polda DIY dan meminta kejelasan tentang pengusutan kasus dugaan penggelapan, Selasa (13/8/2019).

Mereka adalah calon peserta magang di Jepang yang dikelola satu LPK .

Sebelumnya mereka telah melaporkan LPK tersebut ke Polda DIY lantaran diduga menggelapkan uang yang disetorkan oleh peserta.

Salah satunya adalah Nanang Yuni Trianto (20) warga Salam, Magelang. Ia menceritakan bahwa pada tahun 2017 silam, ia bersama lima orang temannya ditemui pimpinan dari LPK.

"Kami dijanjikan, kalau membayar uang Rp 45 juta akan diberangkatkan ke Jepang pada bulan 10,11,12 tahun 2017," ujarnya.

Penipuan 59 Jemaah Haji Diduga Libatkan PNS Kemenag

Mereka dijanjikan magang tanpa seleksi di bidang pertanian yang ada di Jepang.

Karena iming-iming itu, ia bersama teman lainya pun menyanggupi dan membayarkan uang tersebut.

"Ada yang hutang, jual tanah, jual sapi juga. Namun setelah saya dan teman-teman menunggu kurang lebih dua tahun, janji-janjinya tidak terbukti," ungkapnya.

Dan terakir ketika mereka bertemu di sebuah forum pada 25 Februari 2019, para peserta tersebut mendapat informasi bahwa uangnya telah habis.

"Atas dasar itu kami berenam tidak percaya lagi. Kami meminta paspor dan uang kami. Tapi untuk itu kita harus membuat surat pengunduran diri," imbuhnya.

Halaman
123
Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved