Kriminalitas

Uang Habis, Wisatawan Asal Cilacap Nekat Curi Uang dari Kotak Infak Masjid di Yogya hingga 14 Kali

Karena masih ingin di Yogyakarta, penjual online shop itu lalu berpikir untuk mencuri kotak infak di masjid.

Uang Habis, Wisatawan Asal Cilacap Nekat Curi Uang dari Kotak Infak Masjid di Yogya hingga 14 Kali
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Pelaku pencurian kotak infak, TS (29) sedang memperagakan cara membuka kotak infak di Polsek Mergangsan,Senin (12/8/2019). 

Karena masih ingin di Yogyakarta, penjual online shop itu lalu berpikir untuk mencuri kotak infak di masjid.

Kehabisan Uang saat Liburan di Yogya, Pria Asal Cilacap Ini Nekat Curi Kotak Infaq Masjid

Ia berpikir mencuri kotak infaq di masjid lebih mudah.

Berbekal sebuah paku, ia pun mencongkel engsel pada kotak infak.

"Datang ke masjid sekitar jam 02.00, saat sepi. Pakai paku, dicongkel bagian engselnya, lalu diambil uangnya. Setelah itu nanti ditutup, engselnya dipasin lagi, kan tidak kelihatan (kalau dicongkel)," bebernya.

Percobaan pertama ia mendapat uang sekitar Rp 700.000.

Tergiur akan hasil instan tersebut rupanya membuatnya ketagihan dan semakin cerdik.

"Pertama dapat Rp 700.000, paling banyak dapat Rp 1.450.000. Uangnya untuk jalan-jalan, penginapan, dan biaya sehari-hari," ujarnya.

Mengaku Sebagai Bos, Warga Sleman Tipu Karyawan Toko Batik dan Suvenir hingga Rp 178 Juta

Sementara itu, Kapolsek Mergangsan, Kompol Tri Wiratmo mengungkapkan pelaku ditangkap Sabtu (3/8/2019) usai melancarkan aksinya di Masjid Tamtama Prawirotaman.

"Ada beberapa kejadian pencurian kotak infak di masjid tersebut, empat kali. Kemudian dari rekaman CCTV terlihat pelaku. Gerak-geriknya mencurigakan, kemudian diamankan oleh marbot masjid," ungkapnya.

"Ternyata dia memang spesialis kotak amal, sudah 14 kali di TKP berbeda. Selain Pakualaman ada Gondomanan, Kraton, Kauman, dan lain-lain," sambungnya.

Ia mengimbau agar masyarakat memasang CCTV di lokasi yang rawan tindak kejahatan.

Menurutnya CCTV dapat membantu proses penyidikan. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved