'Sepur Tumbuk' Tragedi Tabrakan Kereta Uap yang Terlupakan di Magelang

Warga di Dusun Bondo, Magelang menyebutnya 'sepur tumbuk' Namun, tak banyak yang mengetahuinya secara detail

'Sepur Tumbuk' Tragedi Tabrakan Kereta Uap yang Terlupakan di Magelang
Koleksi Bagus Priyana (KTM)
Foto hitam putih memperlihatkan rangkaian kereta uap yang saling bertabrakan di Blondo, Magelang 

Tidak diketahui dan belum diperoleh catatan tertulis berapa korban jiwa pada kecelakaan maut ini.

Perbandingan foto kini dan dahulu ketika terjadinya tragedi kecelakaan tabrakan kereta di Blondo, Magelang
Perbandingan foto kini dan dahulu ketika terjadinya tragedi kecelakaan tabrakan kereta di Blondo, Magelang (TRIBUNJOGJA.COM | Setya Krisna Sumarga)

Foto-foto yang dimiliki Bagus, tidak menunjukkan suasana evakuasi sesaat setelah tabrakan.

Dokumentasi foto hitam putih itu memperlihatkan suasana relative tenang, warga yang menonton duduk-duduk di dekat jalur kereta.

Sedangkan sejumlah orang berkulit putih mengenakan baju safari, berdiri meninjau kereta yang terguling.

Mereka didampingi beberapa pria bersurjan dan mengenakan blankon serta keris. Tidak ada keterangan pasti siapa mereka, kecuali dugaan orang-orang itu pejabat penting perusahaan kereta dan pemimpin-pemimpin lokal di Muntilan dan Magelang.

Perbandingan foto kini dan dahulu ketika terjadinya tragedi kecelakaan tabrakan kereta di Blondo, Magelang
Perbandingan foto kini dan dahulu ketika terjadinya tragedi kecelakaan tabrakan kereta di Blondo, Magelang (TRIBUNJOGJA.COM | Setya Krisna Sumarga)

“Saya mendapatkan cerita dari warga, konon jenazah seorang masinis kereta dimakamkan tak jauh dari lokasi kecelakaan ini. Tapi jejak nyatanya saya belum menemukan,” imbuh Bagus sembari menambahkan ‘bunga-bunga’ cerita versi warga.

TRAGEDI BINTARO : Kecelakaan Kereta Api Terburuk di Indonesia

“Konon, sesudah tragedi itu terjadi, selama sekian bulan suara-suara rintihan dari para korban kecelakaan tersebut masih terdengar menyayat hati,” ujar pendiri komunitas sejarah dan Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Magelang ini.(Tribunjogja.com/Setya Krisna Sumarga)

Penulis: xna
Editor: mon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved