Bantul Siap Pertahankan Penghargaan Swasti Saba Wistara Sebagai Kabupaten Sehat

Penghargaan tersebut merupakan level tertinggi dalam bidang penghargaan Kabupaten sehat.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, dalam acara workshop Kabupaten sehat di gedung Induk lantai tiga Parasamya Bantul, Senin (12/8/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kabupaten Bantul melalui forum komunikasi Kabupaten sehat bertekad untuk mempertahankan gelar penghargaan Swasti Saba Wistara.

Penghargaan tersebut merupakan level tertinggi dalam bidang penghargaan Kabupaten sehat.

Ketua Forum Komunikasi Kabupaten sehat, Hartadi Prasojo, mengatakan penilaian kabupaten sehat digelar setiap dua tahun sekali dan diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Bantul sendiri sejak tahun 2011 silam, secara berjenjang, tercatat sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten sehat.

Mulai dari tingkatan Padapa, diperoleh pada tahun 2011, Wiwerda pada tahun 2013, hingga mendapatkan penghargaan level tertinggi, Swasti Saba Wistara, pada tahun 2015 dan 2017.

"Di tahun 2019 ini kami bertekad untuk mempertahankan penghargaan Swasti Saba Wistara, sebagai penghargaan tertinggi untuk yang ke-tiga kalinya," kata Hartadi dalam acara workshop Kabupaten sehat di gedung Induk lantai tiga Parasamya, Bantul, Senin (12/8/2019).

Workshop Kabupaten sehat diikuti oleh sejumlah stakeholder.

Mulai dari organisasi perangkat daerah, praktisi kesehatan, tokoh masyarakat, camat, hingga lurah desa dan kepala dusun yang akan menjadi objek lokasi tatanan.

Menurut Hartadi, ada tujuh tatanan di Kabupaten Bantul yang diajukan dan nantinya akan menjadi penilaian oleh tim verifikator dari pusat.

Penilaian Kabupaten sehat akan dilakukan pada tanggal 28 Agustus mendatang.

Ketujuh tatanan yang diajukan Bantul antara lain, tatanan permukiman sarana dan prasarana sehat, bertempat di Girirejo dan Banyusumurup, Kecamatan Imogiri.

Tatanan ketahanan pangan dan gizi di dusun Ponggok. Tatanan kehidupan masyarakat sehat mandiri di Banguntapan.

Tatanan pariwisata sehat bertempat di objek wisata Goa Cemara dan tatanan kehidupan sosial yang sehat di dusun Balong, Timbulharjo.

Tatanan industri dan perkantoran sehat di Gowasari Pajangan dan gedung Induk Parasamya Bantul. Terakhir, tatanan lalu lintas tertib dan transportasi sehat.

"Di sepanjang jalan Sudirman dan terminal," terang dia.

Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan demi mewujudkan kembali diraihnya penghargaan Swasti Saba Wistara, maka perlu adanya sinergitas yang baik antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran pemerintah Kabupaten Bantul bersama sejumlah pihak terkait.

Berbagai langkah nyata dan terobosan perlu dilakukan.

"Seperti bagaimana membentuk drainase yang bagus, gizi masyarakat yang tercukupi, penyediaan tempat sampah di obyek wisata serta menekan angka kematian ibu dan bayi," terang dia. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved