Tata Bahasa, Jadi Kendala Mahasiswa Asing Belajar Bahasa Indonesia

Tata Bahasa, Jadi Kendala Mahasiswa Asing Belajar Bahasa Indonesia Tata Bahasa, Jadi Kendala Mahasiswa Asing Belajar Bahasa Indonesia

Tata Bahasa, Jadi Kendala Mahasiswa Asing Belajar Bahasa Indonesia
Tribun Jogja/Siti Umaiyah
Mahasiswa Asing asal Kamboja dan Kolombia saat menyampaikan keterangannya mengenai lika-liku belajar bahasa Indonesia 

TRIBUNJOGJA.COM - Meskipun belum lancar benar, Kem Sakvicheaodom, mahasiswa asing asal Kamboja yang akan meneruskan S2 di Prodi Peternakan UGM terus berusaha berbicara menggunakan bahasa Indonesia.

Kem merupakan satu di antara mahasiswa asing yang ingin melanjutkan studi di Indonesia, dan sudah 7 bulan lamanya dia belajar bahasa Indonesia di Inculs UGM.

Menurut Kem belajar bahasa Indonesia memiliki kesulitan dan kemudahan tersendiri. Kem mengaku, struktur bahasa Indonesia hampir sama dengan bahasa Kamboja. Namun yang membuatnya agak kesulitan yakni tata bahasa.

"Pengalaman di Jogja selama 7 bulan, ada kesulitan dan kemudahan. Kalau kesulitan tata bahasa ini agak susah. Nilai saya hampir semua tinggi kecuali tata bahasa. Selalu rendah," ungkapnya.

Bukan hanya itu, di tengah proses belajar bahasa Indonesia yang dia jalani, Kem mengaku sempat stres dan tidak bisa tidur lantaran apa yang dia pelajari di Inculs UGM sedikit berbeda dengan apa yang teman-temannya ucapkan.

Bertabur Aktor dan Aktris Senior, Ini Alasan FIlm Mahasiswi Baru Patut Ditonton

Menurutnya kebanyakan dari teman-temannya banyak melafalkan bahasa Indonesia yang dicampurkan dengan bahasa daerah.

"Teman-teman saya kalau berbicara bahasa Indonesia cenderung dipengaruhi bahasa daerah. Kalau saya ketemu teman, kadang saya cek ke google dulu. Saya sempat tidak bisa tidur memikirkan ini," ungkapnya.

Hal serupa dialami oleh Pisei Mean, Mahasiswi Asing yang juga berasal dari Kamboja mengaku memiliki kesulitan yang sama dengan Kem.

Pisei yang hendak melanjutkan S2 Prodi Arsitektur UGM ini juga mengaku merasa kesulitan belajar tata bahasa Indonesia.

Namun setelah belajar beberapa saat, Pisei mengaku bersyukur dan senang bisa berucap bahasa Indonesia. Bahkan saat ini Pisei sudah mulai bisa menggunakan kata-kata tidak baku saat berbicara dengan teman-temanya.

"Dulu sampai tidak bisa berbicara, sangat susah. Bahkan saya sempat tersesat saat jalan-jalan beberapa saat. Namun saat ini saya bersyukur dan senang sudah bisa sedikit demi sedikit berbahasa Indonesia," terangnya.(Tribunjogja I Siti Umaiyah)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved