Kota Yogyakarta

Daging Kurban di Masjid Margoyuwono Dibungkus dengan Daun Jati

Sekretaris Takmir Masjid Margoyuwono Hartoko mengatakan sudah sejak lama daun jati digunakan untuk membungkus, sudah turun-temurun.

Daging Kurban di Masjid Margoyuwono Dibungkus dengan Daun Jati
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
BUNGKUS DAUN JATI. Panitia kurban membungkus daging dengan daun jati di Masjid Margoyuwono, jalan Langesnastran Lor, Kota Yogyakarta, Minggu (11/8/2019). Penggunaan bungkus daun jati oleh panitia masjid sudah dilakukan secara turun temurun yang bertujuan agar daging kurban tetap bersih dan menghindari penggunaan plastik. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seusai memotong hewan kurban, daging tersebut dibagikan kepada masyarakat.

Agar lebih mudah, diperlukan wadah tertentu untuk membungkus, salah satunya dengan plastik.

Selain karena mudah dibawa, harga plastik juga relatif lebih murah.

Langkah berbeda dilakukan oleh Masjid Margoyuwono yang terletak di Langennastran Lor, Panembahan, Kraton yang menggunakan daun jati sebagai pembungkus daging kurban.

Daun-daun jati tersebut dibentangkan, kemudian ditata rapi berjejer.

Ada beberapa petugas yang meletakkan daging kurban di atas daun jati yang dibentangkan tersebut.

Warga Kulon Progo Wadahi Daging Kurban dengan Besek

Sekretaris Takmir Masjid Margoyuwono Hartoko mengatakan sudah sejak lama daun jati digunakan untuk membungkus, sudah turun-temurun.

Daun jati merupakan alas sebelum akhirnya dibungkus kantong plastik.

Kantong plastik tersebut digunakan untuk memmudahkan dalam membawa daging tersebut.

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved