Advertorial

Berkurban sebagai Simbol Ketaatan Seorang Hamba

Arif Budi Raharjo mengatakan, Iduladha hendaknya bukanlah ceremonial tahunan tanpa substansi peringatan apa-apa.

Berkurban sebagai Simbol Ketaatan Seorang Hamba
Istimewa
Salat Id di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" pada Minggu (11/8/2019) 

TRIBUJNOGJA.COM, YOGYA - Salat idul Adha dilaksanakan di lapangan STPMD "APMD" Yogyakarta pagi ini (11/8/2019) yang diikuti sekitar dua ribu jemaah.

Tampak di tengah jemaah Ketua STPMD "APMD" Dr. Sutoro Eko Yunanto, Ketua Yayasan Pendidikan "17" Ir. Muhammad Barori, M.Si dan Kepala Takmir Masjid Anwar Rasyid STPMD "APMD" Dr. H. Supardal, M.Si.

Kotbah salat Iduladha disampaikan oleh Dr. Arif Budi Raharjo, M. Si dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Khatib mengambil judul "Berqurban sebagai Simbol Ketaatan Seorang Hamba".

Arif Budi Raharjo mengatakan, Iduladha hendaknya bukanlah ceremonial tahunan tanpa substansi peringatan apa-apa.

Iduladha bukanlah sekadar acara rame-rame makan besar bersama, apalagi semacam momentum simbolisasi kepedulian sosial, atau tradisi religi simbolisasi ke kesalehan kolektif kewargaan.

Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD : Memuliakan Desa, Mempersatukan Indonesia

Ia hendaknya menjadi aktualisasi peringatan akan kebesaran Allah Tuhan Yang Maha Esa.

Menjadi monumen hidup praktik kebertuhanan sekaligus berkemanusiaan yang luhur dan sejati.

Di dalamnya secara simultan dipadukan niat teologis kehambaan dan niat sosiologis kemanusiaan, di dalamnya harus tergaris nyata resultante keshalehan hamba Tuhan dan keberpihakan khilafah-sosial.

Menjadi destinasi berbagai ordinat kepentingan dari yang paling sunyi di ruang sikap tasawufi hingga di kancah kebisingan politik kekuasaan.

Maka ironisnya, Arif Budi menggarisbawahi, jika orang yang berkorban pada hari Iduladha dalam kehidupannya tega mengorbankan orang lain demi memperoleh kepuasan pribadi.

"Orang ini tidak menyembelih nafsu kebinatangannya yang rendah hanya untuk memuaskan kebutuhan bio-psikoligis dan syahwat kekuasaannya," katanya.

Dia tanpa sadar telah merendahkan harkat kemanusiaannya, bahkan hingga menjadi lebih rendah dari binatang sedangkan binatang yang tanpa asalkan tidak ada yang rakus menerus menumpahkan nafsu biologinya tanpa henti, sedangkan binatang korbanpun memiliki rasa iba dan solidaritas kepada anak ataupun sesamanya.

Pada Idul Adha hari ini wajah baru dan rumput baru lapangan STPMD "APMD" untuk pertama digunakan salat Id.

Menurut panitia Idul Adha Masjid Anwar Rasyid, kurban kali ini yang disembelih ada 11 sapi dan 11 kambing.(TRIBUNJOGJA.COM)

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved