Jawa

Seluruh Hewan Kurban di Magelang Diperiksa, Harus Sehat dan Bebas Penyakit

Tim terjun ke lapangan, melakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan, untuk memastikan hewan kurban bebas dari penyakit dan layak dikonsumsi masyarakat.

Seluruh Hewan Kurban di Magelang Diperiksa, Harus Sehat dan Bebas Penyakit
istimewa
Tim dari Dinas Peterikan Kabupaten Magelang terjun ke lapangan, melakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan di berbagai tempat penjualan kurban di Kabupaten Magelang, Jumat (9/8/2019). Pemantauan ini untuk memastikan hewan kurban bebas dari penyakit dan layak dikonsumsi masyarakat. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Dinas Peternakan dan Perikanan memantau hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1440H/2019 di Kabupaten Magelang.

Tim terjun ke lapangan, melakukan pemeriksaan fisik dan kesehatan, untuk memastikan hewan kurban bebas dari penyakit dan layak dikonsumsi masyarakat.

"Pemantauan ini kami lakukan untuk mencegah masuk dan beredarnya penyakit hewan menular strategis (PHMS) atau tidak layak konsumsi. Lokasi pemeriksaan, salah satunya di tempat-tempat penjualan hewan kurban," kata Kepala Bidang Kesehatan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang, Jhon Manglapy, Jumat (9/8/2019).

Wakil Bupati Kulon Progo Imbau Masyarakat Tak Gunakan Plastik Saat Wadahi Daging Kurban

Ada dua tim petugas pemeriksaan hewan kurban, meliputi 54 orang, terdiri 10 orang dokter hewan, 44 orang petugas yang diterjunkan.

Pemeriksaan meliputi pemeriksaan kesehatan hewan, pemeriksaan jenis kelamin dan umur dari hewan kurban.

Hewan kurban sapi yang boleh dipotong tidak boleh berjenis kelamin betina dan bebas dari penyakit.

"Kami periksa apakah ada penyakit pada sapi, juga umur, kesehatan hewan, termasuk jenis kelaminnya. Sapi jantan saja yang boleh, untuk sapi betina tidak boleh dipotong," kata Jhon.

Lanjut Jhon, pihaknya juga mengimbau kepada para panitia kurban untuk tidak menggunakan plastik untuk membungkus daging kurban saat pendistribusian.

Warga pun diminta menggunakan besek dari bambu atau bahan ramah lingkungan lainnya.

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved