Yogyakarta

Penyuluhan Pangkas Intoleransi dan Radikalisme Kelurahan Tamanan oleh Bintibsos Dit Binmas Polda DIY

Selain itu, AKBP Sinungwati juga menginginkan terciptanya Yogyakarta sebagai City of Tollerance (kota yang toleransi beragamanya baik).

Penyuluhan Pangkas Intoleransi dan Radikalisme Kelurahan Tamanan oleh Bintibsos Dit Binmas Polda DIY
TRIBUNJOGJA.COM / Andreas Desca Budi Gunawan
AKBP Sinungwati saat menyampaikan materi dalam penyuluhan di desa Tamanan, Banguntapan, Bantul pada Kamis (8/8/2019) 

Laporan reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Toleransi beragama akhir-akhir ini menjadi isu yang sangat sensitif di masyarakat.

Intoleransi beragama menjadi salah satu pendorong terjadinya aksi terorisme, karena awalnya dimulai dari intoleransi lalu dilanjutkan masuknya paham radikalisme dan akhirnya terjadi aksi terorisme.

Hal inilah yang menjadi perhatian bagi Kasubdit Bintibsos Dit Binmas Polda DIY,AKBP Sinungwati.

Hadir sebagai pembicara dalam penyuluhan ini,Kamis (8/8/2019) AKBP Sinungwati menekankan bahwa untuk memangkas radikalisme harus berasal dari masyarakat secara langsung.

Politisi Muda PDIP Eko Suwanto Ajak Masyarakat Berperan Aktif Lawan Terorisme dan Radikalisme

"Masyarakat merupakan agen terdepan dalam pencegahan radikalisme. Kita tanamkan sikap toleransi sejak dini, agar sumber radikalisme yakni intoleransi dapat dihapus," katanya.

"Kita lakukan gerakan preventif, karena lebih baik melakukan pencegahan daripada memadamkan gejolak di masyarakat," ujarnya.

Selain itu, AKBP Sinungwati juga menginginkan terciptanya Yogyakarta sebagai City of Tollerance (kota yang toleransi beragamanya baik).

"Kita ingin wujudkan Yogyakarta sebagai city of tolerance, makanya sekarang kita membina banyak pihak mulai dari sekolah dasar hingga masyarakat," tegasnya.

Penangkapan 2 Polwan Diduga Terpapar Radikalisme, Turun di Juanda, Ketahuan Pakai Nama Samaran

Selain menekankan tentang toleransi beragama dan paham radikalisme, AKBP Sinungwati juga menyampaikan untuk bijak dalam bersosial media dalam kegiatan ini.

"Sosial media media menjadi salah satu perantara persebaran paham radikalisme dan intoleransi, makanya kesadaran masyarakat dalam bersosial media harus ditingkatkan," tegasnya.

"Masyarakat harus sadar dengan semboyan saring sebelum sharing. Selain itu, semboyan ini juga bertujuan untuk mengurangi peredaran berita hoax di masyarakat," imbuhnya.

Acara yang diselenggarakan di Balaidesa Tamanan, Banguntapan, Bantul ini dihadiri oleh puluhan warga dari berbagai elemen masyarakat.

Mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, Pkk dan karang taruna. (TRIBUJNOGJA.COM)

Penulis: Andreas Desca
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved