Bantul

Pemkab Imbau Pembagian Daging Iduladha Gunakan Besek

Ia mengasumsikan, jika plastik tak lagi digunakan untuk wadah pembagian daging, maka bisa meminimalkan sampah plastik yang terbuang usai Iduladha.

Pemkab Imbau Pembagian Daging Iduladha Gunakan Besek
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul F
Kabid Pembibitan, Penanaman, Pemeliharaan, Pengawasan, Lingkungan Hidup (P4LH) DLH Bantul Tri Manora mengatakan besek dapat menjadi wadah alternatif selain kantong plastik untuk pembagian daging kurban. Kamis (8/8/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jelang Iduladha, pemerintah Kabupaten Bantul mengimbau masyarakat, khususnya penyelenggara penyembelihan hewan kurban agar menggunakan wadah selain plastik untuk membagikan daging. Kabid Pembibitan, Penanaman, Pemeliharaan, Pengawasan, Lingkungan Hidup (P4LH) DLH Bantul Tri Manora mengatakan, pemkab telah mensosialisasikan imbauan tersebut melalui baliho-baliho.

"Baliho-baliho itu kita Pak Bupati dan Pak Wabup mengimbau agar pembagian daging tidak memakai plastik," katanya, Kamis (8/8/2019) siang.

Ia mengasumsikan, jika plastik tak lagi digunakan untuk wadah pembagian daging, maka bisa meminimalkan sampah plastik yang terbuang usai Iduladha.

"Jadi memang dengan asumsi berapa masjid, berapa warga, ketika satu Bantul tidak menggunakan plastik kan itu sangat bermanfaat bagi kehidupan," katanya.

Resep Lezat Tumis Daging Paprika Cocok Jadi Menu Olahan Daging Kurban Saat Idul Adha

Disinggung soal pemberian surat edaran imbauan ke masjid-masjid, Tri mengaku belum ada pembahasan lebih lanjut.

"Saya belum tahu persis, terkait itu belum komunikasi lagi. Tapi yang jelas lewat imbauan di baliho-baliho sudah," ungkapnya.

Wadah atau bungkus yang dapat digunakan sebagai pengganti kantong plastik yakni besek atau wadah yang terbuat dari anyaman bambu.

"Alternatifnya besek, kan bermanfaat untuk kegiatan ekonomi masyarakat lapis bawah biar bisa membuat," katanya.

Ia juga mengimbau agar limbah sisa kurban dapat dikelola dengan baik.

"Kita imbau dikelola dengan sebaik-baiknya, tidak asal dibuang di sungai dan sebagainya. Dikubur, untuk pupuk boleh, yang penting jangan membuang tidak pada tempatnya," paparnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: amg
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved