Kulon Progo

Krisis Air Bersih Ganggu Kegiatan Sekolah di Girimulyo

Air bersih sangat dibutuhkan sekolah untuk berbagai kegiatan seperti keperluan Mandi Cuci Kakus (MCK), ibadah, dan lainnya.

Krisis Air Bersih Ganggu Kegiatan Sekolah di Girimulyo
ist
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Musim kemarau yang tengah melanda Kulon Progo tak hanya membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Kegiatan beberapa sekolah di Kecamatan Girimulyo juga turut terganggu karena krisis air tersebut.

Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kulon Progo mencatat, hingga saat ini sudah ada lima Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah perbukitan Menoreh itu yang mengajukan permohonan penyaluran (dropping) bantunan air bersih.

Yakni, SD Jatiroto, SD Purwosari, SD Tegalsari, SD/MI Nogosari, SD Muhammadiyah Purwosari dan SMP Sanjaya Patihombo.

Palette: Tips Merawat Wajah Saat Musim Panas

"Pihak sekolah sudah meminta secara langsung agar diberi bantuan air bersih,"kata anggota Tagana Kulon Progo, Sutikno pada Tribunjogja.com, Kamis (8/8/2019).

Air bersih sangat dibutuhkan sekolah untuk berbagai kegiatan seperti keperluan Mandi Cuci Kakus (MCK), ibadah, dan lainnya.

Tanpa adanya air bersih, kegiatan sekolah menjadi terganggu.

Sutikno memperkirakan jumlah sekolah mengalami kesulitan air bersih itu dimungkinkan akan terus bertambah karena musim kemarau masih berlangsung.

Pihaknya akan berusaha untuk terus menyalurkan bantuan sesegera mungkin.

Adapun saat ini kekeringan di Kulon Progo sudah melanda beberapa wilayah kecamatan.

Wisata Alam di Yogyakarta untuk Para Pencinta Ketinggian, Wilayah Bantul, Sleman Hingga Kulon Progo

Halaman
12
Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved