Gunungkidul

Desa Ngoro-oro Gunungkidul Terapkan 2 Jam Tanpa Media Elektronik

Selama pukul 18.00-20.00 WIB, masyarakat dihimbau untuk tidak bermain gawai, melihat TV, hingga mendengarkan radio.

Desa Ngoro-oro Gunungkidul Terapkan 2 Jam Tanpa Media Elektronik
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Desa Ngoro-oro, Patuk mengikrarkan program dua jam tanpa media elektronik.

Hal ini dikarenakan Desa Ngoro-oro, Patuk terlempar dari lima besar dalam urutan prestasi pendidikan anak.

Desa Ngoro-oro, Patuk saat ini pun menduduki peringkat 16 dari 18 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul.

Kepala Desa Ngoro-oro, Sukasto menjelaskan, program dua jam tanpa media elektronik dimulai pada Bulan Agustus 2019.

Palette: Tips Merawat Wajah Saat Musim Panas

"Kami prihatin karena selama ini Kecamatan Patuk masuk lima besar namun saat ini terlempar di peringkat 16 dari 18 kecamatan. Deklarasi ini mulai pada Agustus ini," katanya pada Tribunjogja.com, Kamis (8/8/2019).

Dalam deklarasi tersebut, pihaknya mengundang tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga kepala sekolah di wilatah Desa Ngoro-oro.

"Deklarasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Patuk khususnya Ngoro-oro," ucapnya.

Sukasto mengucapkan, program dua jam tanpa media elektronik ini mulai dari jam 18.00-20.00 WIB.

Dalam rentan waktu tersebut, masyarakat dihimbau untuk tidak bermain gawai, melihat TV, hingga mendengarkan radio.

Sosialisasi Pilkades Serentak Gunungkidul Mulai Bulan Ini

"Dalam dua jam ini dihimbau anak-anak untuk fokus dalam belajar, sebenarnya ada dua tahapan dalam program kali ini satu jam pertama digunakan untuk belajar agama pada jam berikutnya digunakan untuk belajar mata pelajaran sekolah," paparnya.

Ia mengatakan seluruh warganya beragama muslim, pihak desa telah menyiapkan Alquran di balai desa bisa dimanfaatkan untuk belajar agama.

"Deklarasi ini masih sebatas himbauan kepada masyarakat dan belum memberlakukan sanksi, kita himbau mulai dari takmir masjid yang ada di setiap dusun. satu hingga dua bulan akan dilakukan evaluasi," paparnya.

Camat Patuk, Haryo Ambar Suwardi, mendukung penuh program dua jam tanpa media elektronik yang digagas oleh desa Ngoro-oro.

"Selain itu program ini bisa untuk meningkatkan hubungan di dalam keluarga, dan bisa sebagai proses belajar anak, semoga saja program serupa bisa dilaksanakan oleh desa lainnya," pungkasnya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved