Kota Yogya

Banyak Hotel Menunggak Pajak

Dari pajak daerah, satu dari beberapa tunggakan terbesar berasal dari hotel yang tidak menyetorkan perolehan pungutan dari wajib pajak ke Pemkot Yogya

Banyak Hotel Menunggak Pajak
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga banyak kebocoran dari pajak.

Koordinator Wilayah Korsub Pencegahan KPK, Adinsyah M Nasution mengatakan dari pajak daerah,  satu dari beberapa tunggakan terbesar berasal dari hotel yang tidak menyetorkan perolehan pungutan dari wajib pajak ke Pemerintah Kota Yogyakarta.

"Sebut saja Hotel M, G, H, N. Saya tidak terima alasan. Misal 11 persen, maka yang 10 persen jangan disentuh. Jangan gunakan tax (pajak) untuk usaha. Pak Wali kalau perlu tutup (hotelnya)," urainya dalam Sosialisasi Kepada Wajib Pajak Daerah di Kota Yogya tentang Optimalisasi Pendapatan Pajak Daerah melalui program monitoring secara online, Ruang Bima Balaikota, Rabu (7/8/2019).

Palette: Tips Merawat Wajah Saat Musim Panas

Coki, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa sebenarnya untuk hotel sendiri memiliki delapan item penerimaan pajak.

Namun selama ini, mayoritas hotel disebut Coki hanya menyetor pajak dari kamar hotel saja.

"Selain kamar mereka itu ada juga laundry, hiburan, parkir, spa, ballroom, catering. Saya dengar yang dilaporkan hanya kamar saja. Lainnya belum. Perlu diawasi," ucapnya.

Hal tersebut yang membuat pihaknya lantas merencanakan pemasangan alat monitoring pajak online atau tapping box sejumlah 1.000 unit.

Alat tersebut telah disiapkan oleh BPD DIY dan akan dipasang dalam beberapa tahap.

"Mulai bulan depan kami pasang alat semua resto dan hotel. Dan jangan dihambat," tegasnya.

Halaman
123
Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved