Yogyakarta

LKY Minta Masyarakat Tidak Tergoda Kosmetik Murah

Pihaknya banyak mendapati masyarakat resah akibat peredaran kosmetik yang tidak berizin dan berlabel.

LKY Minta Masyarakat Tidak Tergoda Kosmetik Murah
vemale.com
Kosmetik 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) meminta masyakarat untuk cerdas memilih alat-alat kosmetik di pasaran.

Pasalnya, peredaran kosmetik yang tidak berizin serta tidak mempunyai label sangat marak di pasaran.

Ditambah lagi dengan pesatnya perdagangan daring, membuat produk tersebut seolah semakin sulit untuk dibendung.

Koordinator Layanan dan Pengaduan LKY, Intan Nur Rahmawati menyatakan, pengaduan kepada pihaknya soal kosmetik tidak berizin cukup banyak beberapa waktu belakangan.

BBPOM Yogyakarta Minta Masyarakat Waspada Beli Kosmetik

"Sekarang cukup banyak sekali peredaran kosmetik online ataupun skin care yang repackaging dengan nama sendiri. Kalau legal atau tidak kami tidak tahu, tapi kalau kosmetik yang tidak berlabel dan tidak ada izin dari BPOM cukup banyak. Terutama yang produk skin care," kata dia, Rabu (7/8/2019).

Intan menyebut, maraknya fenomena pembelian dan pemakaian kosmetik tersebut karena didorong oleh harga yang cukup miring dibanding produk lain yang berizin dan terdaftar di BPOM.

Pihaknya banyak mendapati masyarakat resah akibat peredaran kosmetik yang tidak berizin dan berlabel.

Biasanya pengaduan juga sekaligus untuk berkonsultasi, apakah produk tersebut aman atau tidak untuk digunakan.

Geledah Gudang di Kota Magelang, BBPOM Semarang Temukan Ratusan Kosmetik dan Obat Ilegal

"Yang serius mengadukan belum ada. Hanya keresahan saja di masyarakat terhadap produk itu. Masyarakat kadang konsultasi supaya merasa aman," imbuhnya.

Ia dengan tegas mengimbau masyakarat untuk tidak tergiur dengan produk kosmetik yang murah dan menyertakan berbagai testimoni yang menjanjikan untuk mendapatkan tubuh cantik secara instan.

"Kami ingatkan agar konsumen bijak dan jangan tergiur produk murah, terutama yang menjanjikan kecantikan namun tidak melalui proses penelitian di BPOM," ucapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved