Gara-gara Ulah Farhat Abbas Bawa Ponsel ke Rutan, Galih Ginanjar Dipindah ke Sel Tikus Seminggu

Gara-gara ulah Farhat Abbas bawa ponsel ke rutan, Galih Ginanjar dan Pablo Benua dihukum dengan dipindahkan ke sel isolasi alias sel tikus.

Gara-gara Ulah Farhat Abbas Bawa Ponsel ke Rutan, Galih Ginanjar Dipindah ke Sel Tikus Seminggu
Tangkap layar Instagram @farhatabbasofficial
Pablo Benua, Farhat Abbas dan Galih Ginanjar 

"Saya sudah suruh keluar tapi dia bilang 'Pak saya pilih di sini karena saya lebih khusyuk ibadahnya'.

Meski permintaannya aneh, pihak Dittahti mengabulkan permohonan Galih tersebut.

Namun, kontras dengan nyamannya Galih di sel tikus, Barbie Kumalasari justru mengatakan bahwa sang Suami sempat jatuh sakit.

Pernyataan ini disampaikan Kumalasari ketika menyambangi Galih pada Selasa (6/8/2019).

Kepada STARPRO Indonesia, Kumalasari mengatakan bahwa beberapa hari terakhir Galih merasa tak enak badan.

"Dia kemarin sempet agak nggak enak badan.

Batuk-batuk, terus sempet dibawa ke dokter," kata Kumalasari sebagaimana Grid.ID kutip dari tayangan yang diunggah kanal YouTube STARPRO Indonesia, kemarin (6/8/2019).

Lebih lanjut, Kumalasari mengatakan bahwa kondisi Galih kini sudah lebih membaik.

Bantahan Farhat Abbas

Saat dihubungi Kompas.com, Farhat Abbas mengklaim dirinya telah mengantongi izin dari polisi untuk membawa ponsel ke dalam rutan.

Awalnya, ia sempat ditegur oleh anggota polisi yang tengah berjaga di rutan ketika mengeluarkan ponselnya.

Lalu, polisi mengizinkan ketika ia menyampaikan tujuannya membawa ponsel. Farhat menyebut, tujuannya membawa ponsel ke rutan adalah untuk merekam permintaan maaf Galih Ginanjar buat mantan istrinya, Fairuz A Rafiq.

"Yang saya lakukan itu (membawa ponsel ke Rutan) bukan untuk kepentingan lain, tapi hanya untuk kepentingan memaafkan (dari Galih kepada Fairuz)," kata Farhat, Selasa (6/9/2019).

Oleh karena itu, Farhat menilai, polisi telah menzalimi Pablo dan Galih dengan menjebloskan keduanya ke sel isolasi atau biasa dikenal dengan sebutan sel tikus.

Keduanya dihukum tinggal di sel tikus selama satu minggu terkait dengan perekaman video melalui ponsel yang Farhat bawa itu. Selama di sel isolasi, keduanya tidak diperbolehkan dibesuk keluarga.

Sel isolasi merupakan kamar tahanan yang diperuntukkan bagi pelanggar tata tertib di rutan.

"Tapi setelah saya pulang, katanya orang ini (Pablo dan Galih) dimasukkan ke sel tikus. Ini kezaliman kepada tahanan Polda Metro Jaya," ungkap Farhat. Farhat berencana melaporkan Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Metro Jaya AKBP Barnabas S Iman ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

Ia menyebut, Barnabas telah mendzalimi dirinya atas tuduhan tak mengantongi izin saat membawa ponsel ke Rutan Polda Metro Jaya.

"Bilang saja besok saya akan melaporkan Barnabas ke Propam Polri. Dia telah dzalim, malah mengumumkan seolah-olah beradu dan berperang opini dengan saya (bahwa tak mengantongi izin membawa ponsel)," kata Farhat.

Gara-gara Farhat Abbas Mengelabui Petugas Bawa Ponsel ke Rutan, Satu Regu Polisi Terancam Hukuman

Bantahan polisi Barnabas menyampaikan bantahannya terkait pemberian izin untuk membawa ponsel ke Rutan.

"Enggaklah, mana ada (petugas mengizinkan). Anggota saya sudah saya tanyai satu-satu, sudah dilarang. Enggak mungkin anggota saya mengizinkan, dia kan tahu aturan," ujar Barnabas. Bahkan, ia menyebut dirinya telah menegur satu regu yang berjaga di rutan.

Mereka mendapat teguran akibat lengah melakukan pengawasan sehingga Farhat dapat membawa ponsel ke dalam rutan. Menurut aturan, kata Barnabas, para tamu dilarang untuk merekam dan memotret tahanan saat membesuk di rutan.

Oleh karena itu, ia tak segan memberikan hukuman kepada anggota jika peristiwa tersebut terulang kembali. "Iya satu regu yang saya tegur keras. Satu regu ada 10 orang. Kalau sampai terulang lagi, satu regu saya grounded (tidak boleh berjaga di rutan)," kata Barnabas.(*)

Editor: Rina Eviana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved