Nasional

Forum Pimpinan PTKIN Se-Indonesia Ajukan 2 Nama Rektor untuk Jadi Calon Menteri Agama

Menolak Kementerian Agama dipimpin orang partai, Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sepakat mengajukan dua nama Rektor ke

Forum Pimpinan PTKIN Se-Indonesia Ajukan 2 Nama Rektor untuk Jadi Calon Menteri Agama
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang ditemui seusai mewisuda 1.128 mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Rabu (7/8/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM -Menolak Kementerian Agama dipimpin orang partai, Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sepakat mengajukan dua nama Rektor kepada Presiden. 

Dua nama tersebut yakni Yudian Wahyudi yang merupakan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Fauzul Iman, Rektor Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Ditemui Tribunjogja.com seusai mewisuda 1.128 mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Rabu (7/8/2019), Yudian Wahyudi mengungkapkan kesepakatan tersebut dilatarbelakangi para pimpinan PTKIN menilai permasalahan di Kementerian Agama, seperti kasus jual beli jabatan, korupsi pengadaan Al-Quran, maupun korupsi dana haji berkaitan dengan orang partai.

Palette: Tips Merawat Wajah Saat Musim Panas


"Kami muak dipimpin orang partai. Besok (Kamis, 8/8/2019) tim akan ke Jakarta mengajukan dua nama ini ke Presiden. Sebelumnya sudah ada kesepakatan untuk nama-nama yang diajukan. Disepakati di Jakarta pada 29 Juli lalu dan dipertegas pada pertemuan di Yogyakarta 6 Agustus kemarin," ungkapnya.

Yudian menerangkan, alasan dipilihnya dirinya serta Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten satu di antaranya adalah track record.

Yang mana dari segi keilmuan maupun pengalaman kedua orang ini sudah memiliki.

"Pertimbangan dua nama, saya tidak tahu persis. Kemarin ada votting, mau berapa nama votting, dan siapanya. Sekarang mau ditanya apa, gelar sudah jelas, pengalaman memimpin ada. Kami sepakat Kementerian Agama tidak mau dipimpin orang partai, anda tahu kan kasus hari ini, yang sedang melilit menteri agama," ungkapnya.

PTKIN Se-Indonesia Sambut Baik Lahirnya PP No 46 Tahun 2019

Selain banyaknya kasus yang melilit Kementerian Agama akhir-akhir ini, dari segi kebijakan yang diterapkan di Perguruan Tinggi dirasa kurang sesuai dan menghalang-halangi kemajuan Perguruan Tinggi.

"Nanti kalau orang partai, saya mohon maaf yang jadi menteri orang yang tidak Profesor Doktor, apa kejadiannya. Rektor mau ke luar negeri tidak boleh, ini yang terjadi pada kami. Sementara 40% dari agitasi kita, sembilan kriteria itu harus internasional, lha gimana Rektor mau ke luar negeri tidak boleh," ungkapnya.

Berkenaan dengan pengajuan dirinya Yudian mengaku tidak akan melakukan lobi politik kepada partai.

Lobi politik menurutnya hanya menghabiskan energi.

"Kalau saya tidak akan lobi, saya tahu kalau saya lobi akan kehabisan ini itu, energi yang tidak jelas. Saya sudah bilang ke teman-teman, saya tidak akan lobi. Kita hanya antarkan surat ke Presiden, kalau bisa setelah itu minta audiensi, sudah stop di situ, biar Presiden yang memikirkan. Besok itu paling akhir surat diantarkan ke presiden oleh forum," ungkapnya.

UIN Sunan Kalijaga Terima 1.317 Mahasiswa Baru Jalur UM-PTKIN

Yudian mengaku, ketika dia bisa menduduki jabatan Kementerian Agama, maka hal yang akan dia benahi yakni menggelorakan Agama Moderat, yang mengakui Pancasila.

Kedua jaringan ke Kementerian akan diperlancar.

Namun, untuk keputusan lebih lanjut, dia murni akan menunggu keputusan Presiden.

"Pak Jokowi sedang mencari orang profesional, itu yang pasti bukan partai, macam-macam, ada pengusaha dan yang lainnya. Sekarang kita muncul dari Kementerian Agama. Kalau bicara Kementerian Agama, Rektor ini yang profesional, kira-kira itu," terangnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved