Gunungkidul

Pemkab Gunungkidul Siapkan Rp 3,1 Milliar untuk Gelar Pilkades

Kepala Bidang Pemerintahan Desa, DP3AKBPMD Gunungkidul, M Farkhan mengatakan, Pemkab Gunungkidul telah memiliki payung hukum untuk melakukan pilkades

Pemkab Gunungkidul Siapkan Rp 3,1 Milliar untuk Gelar Pilkades
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul siapkan anggaran sebesar Rp 3,1 milliar untuk menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) yang dilakukan serentak di 56 Desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemerdayaan Masyarakat Desa, (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Sujoko mengatakan, untuk memperlancar jalannya pilkades serentak pihaknya telah menerima hibah kotak suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul.

"Penyelenggaraan pilkades tahun ini merupakan gelombang pelaksanaan yang ketiga kalinya, Sebelumnya, pemkab sukses menyelenggarakan pemilihan serentak di 2015 dan 2018," katanya, Selasa (6/8/2019).

Puluhan Warga Gunungkidul Deklarasikan Revolusi Mental Rakyat Mandiri Tolak Bantuan Kemiskinan

Sujoko mengatakan pada tahun 2015 pilkades diikuti oleh 58 desa, sedangkan tahun lalu pilkades diikuti oleh 30 desa. Sedangkan untuk yang ketiga kalinya akan digelar pada tahun 2021.

Untuk penyelenggaraan di 2015 diikuti sebanyak 58 desa, sedang di tahun lalu peserta pilkades serentak sebanyak 30 desa. “Rencananya pilkades serentak akan kembali diselenggarakan di 2021,” katanya.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa, DP3AKBPMD Gunungkidul, M Farkhan mengatakan, Pemkab Gunungkidul telah memiliki payung hukum untuk melakukan pilkades serentak.

"Aturan yang digunakan mengacu pada Perda No.17/2017 tentang Perubahan atas Perda No.5/2015 tentang Kepala Desa. Kami juga telah membuat Peraturan Bupati sebagai petunjuk teknis dalam pelaksanaan pilkades serentak,” jelasnya.

DPUESDM DIY Sebut Rencana Pembangunan JJLS Jadi Empat Lajur di Gunungkidul dan Kulon Progo

Walaupun payung hukum sudah ada namun, tahapan Pilkades saat ini belum dimulai.

Dirinya mengatakan, pelaksanaan pilkades masih akhir November sehingga tahapan ditarik mundur dari waktu pencoblosan.

"Selain itu kami akan melakukan sosialisasi terkait dengan aturan dalam pilkades, sosialisasi akan digelar pada bulain ini," katanya.

Dalam sosialisasi ini puhaknya akan memghadirkan pihak kecajatan dan perwakilan dari seluruh desa yang menggelar Pilkades setelah sosialisasi tahapan selanjutnya adalah membentuk panitia di tingkat desa.

“Kita selesaikan dulu sosialisasinya, tapi harapannya di awal September di seluruh desa sudah membentuk panitia sehingga tahapan pilkades bisa dimulai,” katanya.

Sekretaris Komisi A DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto mengatakan pemkab Gunungkidul harus memperhatikan benar-benar waktu pelaksanaan agar sesuai dengan yang diharapkan.

"Kesuksesan pelaksanaan pilkades tidak hanya dalam kelancaran saja tetapi juga sangat ditentukan dengan persiapan yang dilakukan," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved