Inilah Keunggulan Mike Tyson, Sapi Kurban Seberat 1 Ton yang Dibeli Presiden Jokowi
Sapi bernama Mike Tyson ini milik Abdul Rahim, seorang peternak asal Ujung Baru, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulbar
Keunggulan Mike Tyson, Sapi Kurban Seberat 1 Ton yang Dibeli Presiden Jokowi
- Pemilik memberikan nama Mike Tyson untuk sapinya
- Sapi berbobot 1 ton
- Dibeli Presiden Jokowi seharga Rp 85 juta
- Sapi dipelihara peternak bernama Abdul Rahim asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat
TRIBUNJOGJA.COM, POLEWALI MANDAR - Apa yang ada dalam pikiran Anda ketika mendengar nama Mike Tyson? Tentu akan teringat sosok petinju legendaris. Tapi Mike Tyson yang satu ini ternyata bukan manusia, tapi nama seekor sapi kurban yang bobotnya mencapai 1 ton!
Sapi ini milik Abdul Rahim, seorang peternak asal Ujung Baru, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Ia beruntung lantaran sapi dengan panjang 2 meter dan berusia 3 tahun miliknya ini dibeli oleh Presiden Joko Widodo untuk kurban seharga Rp 85 juta.
Sebagaimana dilansir kompas.com dalam artikel berjudul 4 Fakta Sapi 1 Ton yang Dibeli Jokowi, Diberi Nama Mike Tyson hingga Dirawat Secara Khusus, Abdul Rahim memberikan nama Mike Tyson karena keluarganya merupakan penggemar berat sang petinju.
"Setelah saya tahu Jokowi sering membeli sapi unggulan dengan harga mahal, sejak itu saya mulai merawat sapi saya hingga akhirnya alhamdulilah sapi saya bisa dibeli dengan harga mahal. Saya tentu senang dan bangga karena kalau dijual, biasa harganya tidak semahal itu,” jelas Abdul, saat ditemui di peternakannya di Ujung baru, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar, Minggu (4/8/2019).
Bagaimana Abdul Rahim merawat sapinya?
Abdul mengatakan, sapi kurban yang diberi nama Mike Tyson itu dirawat secara khusus dengan diberi makan dua kali sehari dengan pakan rumput hijau dicampur ampas tahu dan batang pisang.
Ini dilakukan untuk untuk menjaga berat badan Tyson agar tidak turun atau jatuh sakit.
Abdul mengaku, sejak tahu Jokowi sering membeli sapi kurban milik petani tiga tahun lalu, ia termotivasi untuk mengembangkan sapinya lebih baik.
Usahanya merawat sapinya dengan pemberian pakan yang teratur serta menjaga kebersihannya kandang dan sapinya tak bertepuk sebelah tangan.
Tahun ini sapinya resmi dibeli Jokowi dengan harga Rp 85 juta atau hampir tiga lipat dari harga lokal. Sapi ini akan dibawa ke Ibu Kota Provinsi Sulbar yakni Mamuju untuk dikurbankan.
Seusai di sembelih, dagingnya akan dibagikan kepada masyarakat atau kaum dhuafa dan fakir miskin di Mamuju.
Sebelumnya pada 2017 dan 2018, Kepala Negara juga membeli sapi kurban dari peternak sapi di kecamatan yang sama.
Pada 2018 lalu, sapi kurban milik Jokowi yang bobotnya juga satu ton lebih dikurbankan untuk warga Polewali Mandar.
Sapi Jokowi dikurbankan di Masjid Raya Wonomulyo.
Tradisi Jokowi membeli sapi kurban disambut gembira para petani dan peternak sapi di polewali mandar.
Para peternak kini bersaing merawat sapi-sapi peliharaan mereka agar tumbuh sehat dan super, agar kelak dipiih menjadi sapi kurban presiden.
Para peternak mengaku saat sapi mereka dipilih Presiden, bukan hanya soal harga sapinya yang naik dua kali lipat, tapi mereka bangga sapinya dibeli orang nomor satu di Indonesia.
Viral Sapi Berotot di Belgia Diduga Akibat Mutasi Genetika
Sebelumnya viral seekor sapi di Austalia yang memiliki tubuh super besar. Ia memiliki bobot tubuh 1400 kilogram dengan tinggi 194 sentimeter. Jauh lebih besar dibandingkan dengan sapi pada umumnya.
Belum selesai sapi bernama Knickers tersebut, kini muncul lagi sebuah video viral yang memperlihatkan seekor banteng dengan otot kekar.
Gambar-gambar dari Belgian Blue itu memperlihatkan secara jelas bagaimana banteng ini memiliki otot-otor yang kekar hingga membuat banyak orang menduga bahwa ini merupakan hasil dari suntik steroid.
Namun menurut PETA, kelompok perlindungan hewan, banteng itu begitu besar karena mutasi genetik yang disebut 'berotot ganda'.
PETA menjelaskan bahwa mutasi itu berarti hewan-hewan ini telah kehilangan protein yang bisa mengontrol pertumbuhan otot mereka.
Ular Piton Raksasa di Padang Pariaman, Rekaman Video Lima Warga Kewalahan Adu Kuat
Ini terjadi secara alami, namun lebih sering terjadi di peternakan di mana hewan dengan mutasi secara selektif dibesarkan karena mereka menghasilkan lebih banyak daging.
Sapi Raksasa
Sebelumnya, sapi bernama Knickers juga menyita perhatian publik lantaran ukurannya yang luar biasa.
Kingkong dari Tegal, Bukti Eksisnya Primata Raksasa di Jawa Jutaan Tahun Lalu
Di usianya yang 7 tahun, Knickers sudah memiliki bobot lebih dari 1.400 kilogram, dan tinggi 194 sentimeter yang dihitung dari bahunya.
Seperti diwartakan The Guardian, tak seorang pun tahun mengapa Knickers tumbuh begitu besar, termasuk pemiliknya.
Dugaan sementara yang datang dari Min Du, profesor biologi pertumbuhan di Washington State University, pemicunya kemungkinan adalah hormon pertumbuhan di luar kendali.
Sebagai catatan, Min Du belum pernah bertemu dengan Knickers dan belum melakukan pemeriksaan langsung, ia hanya memperkirakan.
Kepada Live Science, Min Du berkata bahwa ada beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan Knickers memiliki tubuh raksasa.
Saling Melilit dan Mengunci! Kelabang Raksasa Duel dengan Seekor Ular
"Alasan yang paling mungkin adalah ada beberapa jenis mutasi atau sesuatu yang terjadi pada hormon pertumbuhan atau reseptor hormon pertumbuhan," ujar Du dilansir Rabu (28/11/2018).
Du menduga, Knickers memproduksi terlalu banyak hormon pertumbuhan pada usia dua sampai tiga tahun, sebelum ia mencapai usia dewasa.
Ukuran tubuh yang dimiliki Knickers memang tidak normal. Pasalnya, sapi perah pada umumnya tingginya hanya setengah sampai dua pertiga tinggi Knickers. Meski tinggi Knickers tidak umum, ada sapi holstein lain dengan tubuh lebih tinggi.
Ia adalah sapi steer jantan bernama Bellino, tingginya 2,02 meter dan tinggal di Italia. Menurut laporan The Guardian, bobot tubuh Bellino hampir sama dengan Knickers.
Ayam jumbo
Seekor ayam di Kosovo juga menjadi terkenal karena ukuran tubuhnya yang tak lazim.
Merakli nama ayam unik itu, tinggal di sebuah peternakan di Kosovo.
Ayam jenis Brahma ini memiliki tinggi hampir satu meter dan berat 7,7 kg.
Ayam bertubuh jumbo Merakli sudah viral sejak tahun 2017 lalu.
Di awal kemunculannya, banyak yang tak percaya dengan kebenaran cerita ayam raksasa itu.
TribunJogja.com melansir dari Daily Mail, beberapa orang beranggapan bahwa Merakli hanyalah manusia yang memakai kostum ayam.
Namun cerita viral itu benar adanya.
Menurut Fitim Sejfijaj, pemilik ayam jumbo tersebut, Merakli adalah ayam yang bahagia dan penuh kasih sayang.
Saat ini, dia sudah tinggal bersama dua ayam lainnya.
"Dia punya dua ayam bersamanya dan diperlakukan dengan sangat baik," kata Fitim pada The Sun.
Ayam Brahma adalah jenis ayam besar yang dikembangkan di Amerika Serikat dari burung yang awalnya diimpor dari Cina.
Berat rata-rata untuk ayam Brahma adalah 5.5kg. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sapi-kurban-presiden-jokowi-diberi-nama-mike-tyson.jpg)