Polresta Yogyakarta Ringkus Pelaku Perdagangan Miras Ilegal

Polresta Yogyakarta berhasil meringkus pelaku penjualan minuman keras (miras) ilegal, pada Sabtu (3/5/2019) lalu.

Polresta Yogyakarta Ringkus Pelaku Perdagangan Miras Ilegal
Tribun Jogja/ Andreas Desca Budi Gunawan
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini dan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, menunjukkan barang bukti miras ilegal pada jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, Senin (5/8/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Andreas Desca Budi Gunawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polresta Yogyakarta menggelar jumpa media terkait kasus penjualan miras ilegal, di Mapolresta Yogyakarta, Senin (5/8/2019). 

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini, menuturkan pihaknya berhasil meringkus pelaku penjualan minuman keras (miras) ilegal, pada Sabtu (3/5/2019) lalu.

"Penangkapan pelaku ini berawal dari kecurigaan salah seorang anggota kepolisian saat melakukan Kegiatan Rutin Kepolisian yang Ditingkatkan (KRKYD), di daerah Umbulharjo, Yogyakarta," katanya.

"Ada pemuda yang mencurigakan membawa sebuah bungkusan di sebuah Warmindo, setelah diperiksa ternyata isinya whiskey," imbuhnya.

Petugas lalu melakukan pengembangan seusai mendapatkan keterangan dari pemuda yang berinisial AS (19) tersebut.

"Kita dapatkan sebuah ruko di Gejayan tanpa nama atau keterangan apapun. Setelah kita geledah, terdapat banyak botol miras di dalam," ujarnya.

"Botol miras yang ditemukan ada puluhan merk, mulai dari miras golongan A sampai C," imbuhnya.

Kombes Pol Armaini juga menyampaikan bahwa pelaku berinisial AEH (44) yang sudah lama melakukan praktik penjualan minuman keras ini diketahui tidak mempunyai izin.

"Saat diperiksa, kita tidak menemukan surat izin sama sekali. Di dalam ruko kita amankan 2960 botol miras. Karena banyaknya kita harus 2 kali datang mengangkut miras tersebut," tegasnya.

AS dan AEH pun lalu digelandang ke Mapolresta Yogyakarta untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Pelaku dikenakan ancaman hukuman sesuai yang tertera pada Perda DIY No.12 tahun 2005 tentang Pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol serta pelanggan minuman oplosan, jucto Perda No.7 Tahun 1953 tentang izin menjual minuman keras. (*)

Penulis: Andreas Desca
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved