Polresta Yogyakarta Amankan Ribuan Botol Miras Ilegal

Ribuan botol miras tersebut diamankan Polresta Kota Yogyakarta dalam operasi kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD)

Polresta Yogyakarta Amankan Ribuan Botol Miras Ilegal
Tribun Jogja/ Andreas Desca Budi Gunawan
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini dan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, menunjukkan barang bukti miras ilegal pada jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, Senin (5/8/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Andreas Desca Budi Gunawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polresta Yogyakarta menggelar jumpa media seputar pengamanan ribuan botol minuman keras (Miras), di Mapolresta Yogyakarta, Senin (5/8/2019).

Ribuan botol miras tersebut diamankan Polresta Kota Yogyakarta dalam operasi kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD), Sabtu (3/8/2019) lalu.

Total tangkapan miras ilegal ini berjumlah 2.690 botol.

Ribuan botol miras ini diamankan setelah dilakukan pengembangan dari penangkapan seorang pelaku yang membawa minuman keras di daerah Umbulharjo.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini, menyampaikan bahwa walaupun penangkapan terjadi di wilayah Sleman, namun berdasar hasil  pengembangan, kasus tersebut akan ditangani oleh Polresta Yogyakarta.

"Ribuan botol ini diamankan di wilayah Gejayan, Sleman. Namun karena ini merupakan pengembangan kasus dari kota Yogyakarta, untuk kasus hukum diproses oleh Polresta Yogyakarta," ujarnya, Senin (5/8/2019).

"Kita ingin menjaga kota Yogyakarta agar tetap kondusif dan masyarakat lebih tertib. Beberapa kasus yang terjadi kebanyakan dipicu penggunaan miras," imbuhnya.

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, yang turut menghadiri jumpa media kali ini menuturkan bahwa pemerintah kota (Pemkot) Yogyakarta mendukung penuh kepolisian dalam mengusut dan memberantas peredaran minuman keras ilegal.

"Kami mendukung penuh yang dilakukan kepolisian, tidak ada backing-backingan. Kita ingin Yogyakarta aman dan nyaman," tegasnya.

Dalam operasi ini, dua tersangka diamankan yakni AS (19) sebagai pembeli yang ditangkap di daerah Umbulharjo, dan AEH (44) selaku penjual ribuan botol minuman keras yang diamankan di Gejayan.

Pelaku dikenakan ancaman hukuman sesuai yang tertera pada Perda DIY No.12 tahun 2005 tentang Pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol serta pelanggan minuman oplosan, jucto Perda No.7 Tahun 1953 tentang izin menjual minuman keras. (*)

Penulis: Andreas Desca
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved