Nasional

Pendidikan Kesehatan Reproduksi Akan Dimasukkan ke Kurikulum Sekolah

Program pendidikan kesehatan reproduksi ini tidak hanya membahas pendidikan seksual saja, tetapi juga membahas kesehatan reproduksi secara umum.

Pendidikan Kesehatan Reproduksi Akan Dimasukkan ke Kurikulum Sekolah
Istimewa
Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo, memberikan keterangan kepada awak media soal program pendidikan kesehatan reproduksi, Senin (5/8/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pendidikan Kesehatan Reproduksi akan dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran di sekolah, mulai jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Program pendidikan kesehatan reproduksi ini tidak hanya membahas pendidikan seksual saja, tetapi juga membahas kesehatan reproduksi secara umum.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Hasto Wardoyo, Senin (5/8/2019) pada acarapembinaan program BKKBN penyuluh Keluarga Berencana (KB) se-eks Karesidenan Kedu, di Pendopo Soepardi, Setda Kabupaten Magelang.

#beraniDKT, Mereka Ditantang Bicara Kesehatan Reproduksi

"Kami tengah mengumpulkan para deputi untuk membahas soal ini (pendidikan kesehatan reproduksi). Saya sendiri juga telah berbicara dengan Menteri Pendidikan terkait hal tersebut. Prinsipnya sudah oke. Jika lancar, bulan Desember 2019 mendatang sudah dapat terlaksana," kata Hasto, Senin (5/8/2019).

Lanjut Hasto, pendidikan kesehatan reproduksi ini rencananya akan dimasukkan ke pendidikan jasmani.

Nanti, program ini tidak hanya membahas soal pendidikan seksual saja, tetapi juga kesehatan reproduksi secara umum.

Harapannya, anak dapat mengerti siklus kehidupan reproduksi laki-laki dan perempuan, sehingga mereka dapat mengerti apa yang terjadi pada tubuhnya.

"Melalui pendidikan kesehatan reproduksi ini, anak-anak dapat mengetahui soal siklus kehidupan reproduksi perempuan dan laki-laki. Ini menjadi naif apabila anak umur 12 tahun yang sudah menstruasi tapi tidak mengetahui apa yang terjadi pada dirinya," katanya.

Disdikpora DIY Akan Perkuat Pendidikan Agama dan Reproduksi untuk Cegah Kasus Aborsi

Selain memasukkan program pendidikan kesehatan reproduksi ke kurikulum di sekolah, Hasto juga berencana memperbarui lagu atau mars Keluarga Berencana (KB), diperbarui sesuai dengan kondisi zaman, juga lebih diterima oleh para generasi muda.

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved