Kapolresta Yogyakarta Ingatkan Masyarakat Terkait Bahaya dari Miras Jenis Ciu

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini, menyampaikan bahaya dari minuman keras, khususnya ciu.

Kapolresta Yogyakarta Ingatkan Masyarakat Terkait Bahaya dari Miras Jenis Ciu
Tribun Jogja/ Andreas Desca Budi Gunawan
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini dan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, menunjukkan barang bukti miras ilegal pada jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, Senin (5/8/2019) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Andreas Desca Budi Gunawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polresta Yogyakarta menggelar jumpa pers terkait penangkapan pelaku penjualan minuman keras ilegal sebanyak 2.960 botol di Gejayan, Senin (5/8/2019).

Pada kesempatan tersebut, Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini, menyampaikan bahaya dari minuman keras, khususnya ciu.

"Pada penangkapan kemarin, kita berhasil amankan sebanyak 2.960 botol miras. Beberapa di antaranya adalah miras oplosan (ciu)," ujarnya di Mapolresta Yogyakarta.

Dilaporkan, Polresta Yogyakarta berhasil menyitanya 85 botol Ciu Bekonang yang dikemas dalam botol-botol bekas minuman ringan.

"Kita berhasil mengamankan berbagai jenis minuman dari golongan A sampai C, tapi yang paling berbahaya yakni ciu ini," tegasnya.

"Minuman ini lebih mudah dijangkau masyarakat, karena harganya yang miring. Tapi minuman ini malah yang paling berbahaya kandungannya, karena kita tidak tahu secara pasti apa yang terkandung di dalamnya," tegasnya.

Kapolres juga mengingatkan kembali bahwa beberapa waktu yang lalu, banyak masyarakat yang meninggal akibat menenggak minuman keras ilegal ini.

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, yang ikut hadir dalam jumpa pers tersebut menjelaskan minuman keras juga meningkatkan potensi kejahatan.

"Akhir-akhir ini banyak kejahatan yang terjadi di Yogyakarta, dan kebanyakan di antaranya berada di bawah pengaruh minuman keras," tegasnya.

Wali Kota juga menyampaikan kepada masyarakat untuk berani melaporkan kepada kepolisian jika menemui hal-hal mencurigakan.

"Pemerintah kota Yogyakarta bersama kepolisian dan Kejaksaan berkomitmen penuh untuk memberantas adanya tindak kejahatan," tuturnya.

"Kita pastikan tidak ada beking-bekingan, jadi masyarakat harus berani turut berpartisipasi dalam mencegah dan melaporkan temuan-temuan yang ada di sekitarnya," imbuhnya.

Dalam jumpa pers yang digelar Polresta Yogyakarta tersebut dihadirkan pula dua pelaku yang berhasil diamankan yakni AS (19) dan AEH (44) .

Kedua pelaku tersebut diancam hukuman sesuai yang tertera pada Perda DIY No.12 tahun 2005 tentang Pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol serta pelanggan minuman oplosan, jucto Perda No.7 Tahun 1953 tentang izin menjual minuman keras. (*)

Penulis: Andreas Desca
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved