Yogyakarta
Hipmikindo DIY Klaim Pelaku UMKM Belum Terdampak Pemadaman Listrik
Pemadaman itu terjadi pada hari Minggu dan terjadi dalam kurun waktu yang relatif sebentar, sehingga pelaku usaha tidak terlalu terganggu.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Himpunan Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Hipmikindo) DIY mengklaim pelaku usaha belum merasakan dampak akibat pemadaman listrik yang terjadi pada Minggu (4/8/2019) lalu.
Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, wilayah DIY-Jateng juga mengalami pemadaman listrik akibat gangguan yang terjadi pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 KV.
Wakil Ketua Hipmikindo DIY, M Faisol menerangkan, pemadaman yang terjadi di wilayah DIY tidak serta merta berpengaruh terhadap produktivitas pelaku usaha.
• Palette: Tips Merawat Wajah Saat Musim Panas
Pasalnya, pemadaman itu terjadi pada hari Minggu dan terjadi dalam kurun waktu yang relatif sebentar, sehingga pelaku usaha tidak terlalu terganggu.
"Kalau hari Minggu sih tidak berpengaruh, kecuali kalau hari biasanya itu bisa sangat berpengaruh," kata Faisol saat dihubungi Tribunjogja.com, Senin (5/8/2019).
Lebih lanjut dijelaskannya, kebutuhan listrik merupakan suatu yang vital bagi pelaku usaha, terkhusus bagi pelaku usaha yang mengandalkan mesin untuk kebutuhan produksi.
Dengan demikian, ia juga meminta PLN untuk lebih mewaspadai hal itu kembali terulang.
• Dampak Pemadaman Listrik PLN, KA Taksaka dan KA Argolawu Terlambat Dua Jam di Yogyakarta
"Kebetulan karena haru Minggu kan pelaku usaha juga nggak produksi dan libur, makanya tidak signifikan," imbuhnya.
Humas PLN UP3 Yogyakarta, Rina Wijayanti menjelaskan, pemadaman listrik yang terjadi tersebut terjadi selama satu jam 30 menit, yakni dimulai pada pukul 11.55 WIB dan mulai menyala pada pukul 13.25 Wib.
Gangguan tersebut dirasakan di wilayah Sleman meliputi sebagian wilayah Malang, Ngaglik, Dusun Ceme, Mancasan, Blimbingan, Rebobonglor, dan Rebobongkidul.
Kemudian juga daerah Gunungkidul meliputi sebagian wilayah Semanu, Karangmojo, Semin, Ngawen, Gedangsari, dan sekitarnya.
"Kami mohon maaf atas ketidak nyamanan pelanggan," imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)