11 Tips Sederhana dan Mudah Dilakukan untuk Mengurangi Efek Radiasi Ponsel

Sangat penting bagi pengguna smartphone untuk mulai memerhatikan besaran radiasi yang kita terima setiap harinya. Mulailah mengurangi pemakaian ponsel

Editor: Mona Kriesdinar
IST
radiasi ponsel kanker 

TRIBUNJOGJA.COM - Dalam sebuah diskusi panel WHO, yang diikuti para pakar terungkap bahwa ponsel bisa bersifat karsinogenik pada manusia.

Lantaran radiasi ponsel itu adalah nyata dan memiliki pengaruh biologis.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa radiasi ponsel memicu aktifnya sel kanker pada tikus, meski belum menunjukkan efek signifikan pada manusia.

Namun ahli senior toksikologi, Ronald Melnick juga tidak menyangkal jika bisa saja akan ada dampak lain radiasi ponsel pada manusia.

Untuk itu, sangat penting untuk menjaga diri sendiri dan bisa dilakukan dengan sebisa mungkin mengurangi paparan radiasi ponsel di sekitar kita.

Kantor Federal Jerman untuk Perlindungan Radiasi (Bundesamt fur Strahlenschutz) merilis daftar 16 ponsel dengan tingkat radiasi paling tinggi yang beredar di pasaran.

1. Xiaomi Mi A1(dual SIM) dengan angka radiasi 1,75 
2. OnePlus 5T (dual SIM) dengan angka radiasi 1,68
3. Huawei Mate 9 dengan angka radiasi 1,64
4. Nokia Lumia 630 dengan angka radiasi 1,51
5. Huawei P9 Plus dengan angka radiasi 1,48
6. Huawei GX8 dengan angka radiasi 1,44
7. Huawei P9 dengan angka radiasi 1,43
8. Huawei Nova Plus dengan angka radiasi 1,41
9. OnePlus 5 (dual SIM) dengan angka radiasi 1,39
10. Huawei P9 Lite dengan angka radiasi 1,38
11. iPhone 7 dengan angka radiasi 1,38
12. Sony Xperia XZ1 Compact dengan angka radiasi 1,36
13. iPhone 8 dengan angka radiasi 1,32
14. ZTE AXON 7 Mini dengan angka radiasi 1,29
15. Blackberry DTEK60 dengan angka radiasi 1,28
16. iPhone 7 Plus dengan angka radiasi 1,24

Angka di atas diukur dengan satuan watt per kilogram.

Daftar tersebut dibuat dari seluruh model ponsel yang keluar di pasaran sebelum Desember 2017.

Ponsel itu dibuat oleh semua produsen ponsel mulai dari Apple, Blackberry, Google, HTC, Huawei, LG, Motorola, Nokia, OnePlus, Samsung, Sony, Xiaomi dan ZTE.

Berdasarkan data tersebut, Jerman hanya memberi sertifikat ramah lingkungan yang dikenal sebagai Blue Angel pada ponsel dengan tingkat radiasi kurangd ari 0,6 watt per kilogram.

Sangat penting bagi pengguna smartphone untuk mulai memerhatikan besaran radiasi yang kita terima setiap harinya.

Mulailah mengurangi pemakaian smartphone dan berilah jarak saat tidur, terutama pada bagian kepala.

Berikut ini tips untuk mengurangi efek dari radiasi ponsel :

1. Aktifkan speaker. Menggunakan speaker saat berbicara akan mengurangi energi atau tingkat kekuatan radiasi ponsel. Semakin jauh Anda dari antena ponsel, semakin rendah sinyalnya. Kabel headset pada banyak ponsel juga bisa bertindak sebagai antena, sehingga dapat mengirimkan sejumlah radiasi elektromagnetik ke kepala Anda.

2. SMS-an saja. Bila hobi Anda SMS-an, ini saatnya Anda memaksimalkan hobi Anda. Mengirim teks membatasi durasi paparan radiasi, dan menjaga jarak ponsel dari kepala dan tubuh kita. Namun perhatikan juga, pria sebaiknya tidak SMS-an sambil memangku ponsel. Jumlah studi yang menemukan kerusakan vitalitas dan motilitas (sperma yang dapat bergerak sendiri secara spontan) sperma dilaporkan meningkat. Bisa jadi, hal ini pun tak akan baik pengaruhnya pada rahim.

3. Pilih offline mode. Saat ponsel tidak digunakan, biasakan untuk mematikannya. Atau, atur menjadi offline, standalone, atau flight mode, yang akan mematikan transmitter-nya namun masih memungkinkan Anda untuk menggunakan ponsel untuk main game atau mendengarkan musik. Pokoknya, membuka aplikasi lain kecuali menelepon dan browsing internet.

4. Dari kuping kiri ke kuping kanan. Bila ada kondisi yang mengharuskan Anda menelepon, cobalah memindahkan ponsel dari telinga kiri ke telinga kanan berulang kali. Hal ini bisa membatasi paparan pada satu sisi kepala saja, yang sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko tumor otak dan kanker kelenjar ludah pada telinga yang sering digunakan untuk mendengarkan ponsel.

5. Hindari ruang sempit. Saat berada di lift, kereta, atau mobil, sebaiknya tak usah sering-sering menelepon. Lagipula, menggunakan ponsel saat mengemudi juga akan membahayakan keselamatan Anda maupun pengguna jalan raya lainnya, kan?

6. Perhatikan sinyalnya. Jangan menggunakan ponsel ketika sinyalnya lemah, atau ketika Anda sedang berkendara di dalam mobil yang melaju sangat cepat (kereta api juga termasuk). Hal ini secara otomatis akan memicu kekuatan sinyal hingga maksimum, karena ponsel berusaha terhubung ke antena relay yang baru.

7. Jangan lama-lama. Menelepon sebaiknya tidak usah terlalu lama. Cukup untuk membuat janji dengan klien, atau mengingatkan anak untuk makan, misalnya. Jika Anda ingin ngobrol dengan teman SD yang baru ketemu di Facebook, sebaiknya gunakan telepon rumah. Atau, ketemuan saja di rumah atau di tempat ngopi. Lebih puas, kan? Jangan lupa, risiko tumor otak dimulai pada tingkat paparan kumulatif yang relatif rendah.

8. Kurangi bermain-main dengan smartphone. Perangkat seperti BlackBerry atau iPhone menghasilkan emisi yang lebih tinggi daripada ponsel, karena mereka bergantung pada energi dari baterai untuk melakukan aktivitas e-mail, koneksi internet, dan men-display warna.

9. Jauhkan ponsel ketika belum tersambung. Setelah menekan tombol nomor ponsel teman Anda, jangan langsung mendekatkan ponsel ke telinga. Saat itu, ponsel itu sedang berusaha terkoneksi, dan sedang mengirimkan sinyalnya yang terkuat.

10. Jangan mengantungi ponsel. Dalam suatu penelitian, ditemukan bahwa pria yang membawa ponselnya di dalam saku celana cenderung memiliki jumlah sperma yang 25 persen lebih rendah dibandingkan dengan kelompok pria lain yang tidak menyimpan ponselnya di saku celana. Bagian lain dari tubuh menyerap radiasi pada intensitas yang berbeda, dan jaringan testikular kemungkinan juga lebih mudah diserang.

11. Jangan meletakkan ponsel di tempat tidur. Anda memang membutuhkan alarm pada ponsel untuk membantu Anda bangun pagi. Tetapi, jangan meletakkan ponsel di dekat posisi kepala Anda. Medan elektromagnetik bisa mengurangi produksi melatonin pada tubuh, dan penyapu radikal bebas yang dapat melindungi sel-sel tubuh Anda dari kerusakan DNA. Seperti Anda tahu, kerusakan DNA dapat meningkatkan risiko kanker dan penyakit lain. (*)

Sumber: SELF

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved