Bantul

Desa Sriharjo Jadi Rintisan Desa Budaya

Desa Sriharjo memiliki berbagai potensi seni dan budaya seperti mapag toya, merti dusun, seni jatilan, wayang, dan sebagainya.

Desa Sriharjo Jadi Rintisan Desa Budaya
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Kirab bergada dan gunungan menjadi ciri khas tradisi merti dusun di Dusun Sompok, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri. Minggu (4/8/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Desa Sriharjo di Kecamatan Imogiri menjadi satu dari 12 desa di Kabupaten Bantul yang menjadi rintisan desa budaya.

Targetnya, tahun depan Desa Sriharjo ditetapkan menjadi desa budaya.

Bukan tanpa alasan Desa Sriharjo mengajukan diri menjadi desa budaya.

Beragam kegiatan adat tradisi dan seni menjadi modal utama yang harus dimiliki.

Hati-hati, 5 Kebiasaan Ini Bisa Merusak Kulit Wajah

Lurah Desa Sriharjo, Titik Istiyawatun Khasanah mengatakan, sebelumnya Desa Sriharjo masih menjadi kantong budaya. 

"Kami grade-nya masih di kantong budaya. Di tahun ini kita masuk dari 12 desa masuk jadi rintisan desa budaya. Kalau sudah nanti jadi desa budaya, lalu jadi desa mandiri budaya," katanya saat ditemui Tribunjogja.com seusai Kirab Merti Dusun Sompok, Minggu (4/8/2019) siang.

Sebagai syarat agar menjadi desa budaya, berbagai potensi seni dan budaya yang ada di Desa Sriharjo telah didata dan didaftarkan agar memiliki NIK.

Desa Sriharjo memiliki berbagai potensi seni dan budaya seperti mapag toya, merti dusun, seni jatilan, wayang, dan sebagainya.

Arak-Arakan Mesin Giling Padi Meriahkan Kirab Merti Dusun Sompok

"Syaratnya semua kelompok seni sudah didaftarkan dan punya NIK. Kemudian kami bikin proposal, untuk nanti dapat desa budaya," jelasnya.

Selain itu, Desa Sriharjo juga memiliki petilasan budaya hingga kuliner khas yang juga menjadi modal menuju desa budaya.

Halaman
12
Penulis: amg
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved