Sleman

Lahan Perkebunan Terbatas, Petani Kopi Merapi Kawalahan Penuhi Kebutuhan Pasar

Lahan Perkebunan Terbatas, Petani Kopi Merapi Kawalahan Penuhi Kebutuhan Pasar

Lahan Perkebunan Terbatas, Petani Kopi Merapi Kawalahan Penuhi Kebutuhan Pasar
Kopi Merapi 

TRIBUNJOGJA.COM - Kopi Merapi mulai menggeliat pasca erupsi Merapi 2010 dengan permintaan yang cukup besar di pangsa lokal.

Sementara ini kebutuhan untuk ekspor masih belum mencukupi. Namun pelan tapi pasti, petani kopi akan merambah pasar mancanegara.

Ketua Koperasi Kebun Makmur Sumijo mengatakan saat ini produksi kopi merapi belum mencukupi kebutuhan ekspor.

Namun demikian, sudah banyak berdatangan permintaan dari beberapa negara di eropa seperti Inggris, Jerman, Belanda.

"Saat ini belum mencukupi kebutuhan ekspor, jadi tidak banyak yang dikirim. Pasar lokal saja masih kurang," ujarnya saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Jogja Coffee Week 2019, Sensasi Nikmati Kopi Tujuh Hari Non-Stop

Kopi Merapi Jadi Komoditas Ekspor Hingga ke Eropa, Namun Masih Terkendala Lahan dan Bibit

Hal itu dikarenakan habisnya lahan kopi pasca erupsi Merapi tahun 2010.

Saat ini sekitar 250-an hektare kebun kopi yang di Sleman baru bisa melayani satu ton untuk pasar lokal, dan itu pun dirasa masih kurang.

Mayoritas yang ditanam adalah kopi robusta dan sedikit arabica. Sedangkan pasar lokal yang dimaksud adalah kafe, kedai dan restoran yang ada di Yogyakarta, selain itu ada pula permintaan di daerah lain seperti di Jakarta dan Bogor.

"Karena keterbatasan bahan baku, sebulan baru terlayani satu ton. Soalnya kemarin banyak yang kena erupsi, ini baru nanam lagi," jelasnya. (Tribunjogja I Santo Ari)

Penulis: nto
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved