Keren! Fitur Baru WhatsApp untuk Mencegah Penyebaran Hoaks

Namun tak jarang, konten hoaks disebarkan melalui aplikasi chatting WhatsApp.

Keren! Fitur Baru WhatsApp untuk Mencegah Penyebaran Hoaks
Tribun Style
Ilustrasi 

Keren! Fitur Baru WhatsApp untuk Mencegah Penyebaran Hoaks

TRIBUNJOGJA.COM - Aplikasi WhatsApp kini menjadi aplikasi berkirim pesan paling banyak digunakan masyarakat Indonesia untuk berkomunikasi.

Namun tak jarang, konten hoaks disebarkan melalui aplikasi chatting WhatsApp. Bahkan saat kerusuhan pascahasil hitung rekapitulasi pemilihan presiden terjadi beberapa waktu lalu, WhatsApp juga diblokir lantaran banyak video hoaks yang disebarkan.

Nah kabar terbarunya, WhatsApp kini mengeluarkan fitur barunya untuk mengnetikan penyebaran informasi bohong alias hoaks.  

Fitur terbaru WhatsApp akan memberi tahu pengguna jika suatu pesan telah diteruskan berkali-kali.

Fitur tersebut sudah tersedia untuk versi terbaru dari aplikasi.

ILUSTRASI :Konten hoaks melalui akun Instagram @rif_opposite. Kini pemilik akun ditangkap Mabes Polri
ILUSTRASI :Konten hoaks melalui akun Instagram @rif_opposite. Kini pemilik akun ditangkap Mabes Polri (IST/TribunJogja)

Dilansir Grid.ID dari Indian Express pada Kamis (01/08/2019), WhatsApp akan memberi tahu pengguna jika menerima pesan berantai yang akan ditandai sebagai pesan yang 'diteruskan berkali-kali'.

Seorang pengguna juga dapat terus mengirim pesan atau memilih untuk berhenti.

Intinya ialah WhatsApp mencoba memberitahukan kepada pengguna bahwa pesan itu bisa menjadi bagian dari pesan berantai.

Pesan 'teruskan' akan menggunakan ikon panah ganda, berbeda dengan ikon panah tunggal yang telihat pada pesan yang diteruskan biasa.

Ilustrasi
Ilustrasi (Tribun Style)

Pemberitahuan hanya akan muncul apabila diteruskan lebih dari lima kali.

Hal ini juga berfungsi bukan hanya pada teks saja namun juga gambar dan video.

Namun, berapa kali pesan telah diteruskan akan tetap terenkripsi.

Pada dasarnya, WhatsApp hanya akan memberikan label pesan yang telah diteruskan lebih dari lima kali, tetapi tidak diungkapkan berapa kali tepatnya pesan tersebut telah diteruskan.

WhatsApp melakukan hal tersebut sebagai langkah untuk membatasi penyebaran berita palsu dari platform-nya.(*)

Editor: Rina Eviana
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved