Bacaan Doa dan Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban

Penyembelihan hewan kurban adalah bagian dari ibadah yang sangat dianjurkan. Doa ini dibaca dengan harapan Allah menerima ibadah kurban kita.

Tayang:
Penulis: Dwi Latifatul Fajri | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Ilustrasi penyembelihan hewan kurban 

Bacaan Doa dan Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Dwi Latifatul Fajri

TRIBUNJOGJA.COM - Idul Adha jatuh pada 11 Agustus atau Hari ke-10 bulan ke-12 (Zulhijah) kalender Hijriyah.

Setelah melakukan sholat Idul Adha, umat muslim diperintahkan untuk menyembelih hewan kurban pada hari tersebut dan tiga hari kedepan.

Perintah untuk menyembelih hewan kurban ada pada hadits dalam Shahih Muslim dari ‘Aisyah dikutip dari rumaysho.com,

أَمَرَ بِكَبْشٍ أَقْرَنَ, يَطَأُ فِي سَوَادٍ, وَيَبْرُكُ فِي سَوَادٍ, وَيَنْظُرُ فِي سَوَادٍ; لِيُضَحِّيَ بِهِ, فَقَالَ: “اِشْحَذِي اَلْمُدْيَةَ” , ثُمَّ أَخَذَهَا, فَأَضْجَعَهُ, ثُمَّ ذَبَحَهُ, وَقَالَ: “بِسْمِ اَللَّهِ, اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ, وَمِنْ أُمّةِ مُحَمَّدٍ” –

Artinya : Nabi pernah memerintahkan agar diambilkan gibas (domba jantan) bertanduk, kuku dan perutnya hitam dan sekeliling matanya hitam. Lalu gibas tersebut dibawa ke hadapan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dijadikan kurban. Beliau pun bersabda, “Asahlah dengan batu pengasah.”

Kemudian ‘Aisyah mengasahnya dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaringkan hewan tersebut lalu menyembelihnya. Saat menyembelih, beliau mengucapkan,

“Bismillah, Allahumma taqobbal min Muhammad wa aali Muhammad, wa min ummati Muhammad (Artinya: dengan menyebut nama Allah, Ya Allah terimalah kurban ini dari Muhammad, keluarga Muhammad dan umat Muhammad).” (HR. Muslim no. 1967)

Beberapa penjelasan dalam hadis tersebut adalah :

Pertama, disunahkan membaca do’a agar diterimanya kurban dengan bacaan “Allahumma taqobbal minni” (Ya Allah, terimalah kurban dariku).

Bacaan tersebut dibaca sebelum “bismillah” sebagaimana dijelaskan dalam hadis.

Kemudian doa ini dibaca jika menyembelih atas nama sendiri. Sedangkan jika wakil orang lain, doa yang diucapkan adalah adalah “Allahumma taqobbal min ….” (disebutkan nama shohibul kurban atau pemilik kurban).

Mayoritas ulama menggunakan bacaan tersebut dalam ayat,

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Artinya : “Ya Rabb kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al Baqarah: 127).

Penyembelihan hewan kurban adalah bagian dari ibadah yang sangat dianjurkan. Doa ini dibaca dengan harapan Allah menerima ibadah kurban kita.

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm.

Penyembelihan hewan kurban adalah bagian dari ibadah yang sangat dianjurkan.

Sebelum melakukan penyembelihan hewan kurban tentunya ada doa dan tata cara bagaimana menyembelih hewan sesuai syariat Islam. Dikutip dari islami.co, berikut bacaan doa nya  : 

1. Baca “Bismillâh”

بِسْمِ اللهِ

Artinya, “Dengan nama Allah”

Lebih sempurna “Bismillâhir rahmânir rahîm”

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Artinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang”

2. Baca salawat untuk Rasulullah SAW

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.

Artinya, “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”

3. Baca takbir tiga kali dan tahmid sekali

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd

Artinya, “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.”

4. Baca doa menyembelih

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm

Artinya, “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”

Takbir pada poin ketiga bisa dibaca sebelum Bismillah. Doa ini dianjurkan dalam upacara penyembelihan hewan kurban.

Keterangan ini bisa ditemukan antara lain di buku Tausyih ala Ibni Qasim karya Syekh M Nawawi Banten.

Persiapan hewan kurban

Idul adha disebut juga idul kurban. Adalah saat di mana umat muslim melaksanakan ibadah berupa penyembelihan hewan kurban.

Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk melaksanakan ibadah kurban, salah satunya adalah usia hewan kurban.

Sesuai dengan ketentuan agama, usia hewan kurban untuk sapi harus berusia di atas dua tahun, sementara kambing berusia di atas 1 tahun.

Lantas bagaimana caranya mengetahui usia hewan kurban?

Ternyata ada cara yang sangat sederhana untuk mengetahui usia hewan kurban.

Jika usianya sudah mencukupi untuk disembelih, giginya pasti sudah poel (berganti gigi).

Satu ciri yang paling mudah dilihat orang awam yakni jika warna gigi hewan ternak tersebut lebih gelap.

Hal ini menandakan bahwa gigi susu hewan tersebut sudah berganti, yang menandakan bahwa hewan tersebut cukup dewasa untuk disembelih.

Ciri hewan kurban yang sehat

Memilih hewan kurban yang tepat dan sehat sangat penting dilakukan.

Sebab kondisi tersebut juga berpengaruh pada daging hewan yang sudah disembelih.

Kabid Peternakan dan Keswan DP3 Sleman Harjanto mengatakan ada sejumlah ciri yang bisa dilihat langsung oleh konsumen saat akan membeli hewan kurban.

"Ciri dan kondisi fisik tersebut menunjukkan bahwa hewan yang dipilih, baik sapi maupun kambing merupakan jenis yang sehat dan aman," jelas Harjanto di Sekda Sleman, Kamis (01/08/2019).

Menurut Harjanto, sapi yang sehat bisa dilihat dari pola makannya yang lahap dengan badan yang gemuk.

Selain itu, warna kulitnya juga cerah dan mengkilat.

Ciri lain yang bisa dilihat adalah bagian mata yang tidak satu, moncong yang kering serta tanpa ingus, dan gelambir bagian leher yang kempis.

"Hindari sapi dengan gelambir yang berisi air, itu terasa saat dipegang," kata Harjanto.

Harjanto menjelaskan, gelambir yang penuh dengan air menandakan adanya indikasi kerusakan metabolisme sapi.

Penyebabnya adalah serangan cacing hati.

Terakhir adalah tidak mengalami diare. Harjanto mengatakan kondisi fisik serupa bisa dilihat pada kambing yang sehat.

DP3 Sleman menjamin seluruh hewan kurban yang ada bebas dari penyakit.

Apalagi saat ini virus Anthrax masih menghantui sapi ternak.

"Namun untuk Anthrax ini masih bisa kami antisipasi penyebarannya," kata Harjanto.(TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved