Pendidikan

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Ciptakan Alat Pendeteksi Kuah Terkontaminasi Daging Babi

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga membuat alat pendeteksi kuah terkontaminasi daging babi menggunakan High Power UV-LED Fluorescence Spectroscopy System.

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Ciptakan Alat Pendeteksi Kuah Terkontaminasi Daging Babi
istimewa
Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Ciptakan Alat Pendeteksi Kuah Terkontaminasi Daging Babi 

TRIBUNJOGJA.COM - Untuk memudahkan dalam mendeteksi olahan daging agar terjamin kehalalannya, sekelompok mahasiswa UIN Sunan Kalijaga membuat inovasi alat pendeteksi kuah terkontaminasi daging babi menggunakan High Power UV-LED Fluorescence Spectroscopy System.

Sekelompok mahasiswa tersebut terdiri dari Atika Apriani, Aji Rahmadi dan Adi Ahmad Dimisa, yang ketiganya berasal dari Prodi Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Atika Apriani mengungkapkan, secara garis besar, metode yang digunakan meliputi dua tahap yaitu membuat fluorescence spectroscopy system dan melakukan pengujian dengan menggunakan sampel kuah daging sapi dan kuah daging babi.

5 Skincare yang Wajib Dibawa Agar Kulit Wajah Tetap Lembab Saat Mudik Lebaran

Untuk prinsip kerjanya sendiri yakni Fluorescence spectroscopy system memanfaatkan sinar UV untuk memunculkan fluoresensi pada sampel kuah babi dan sapi, yang mana sistem ini memiliki software untuk akuisisi spektrum serta menganalisis karakteristiknya dan terhubung dengan hardware melalui sambungan USB.

"High Power UV LED yang menyala akan menghasilkan sinar UV yang akan berinteraksi dengan elektron pada sampel kuah daging. Interaksi tersebut menyebabkan elektron tereksitasi yang diikuti dengan pancaran energi yang lebih rendah dalam bentuk cahaya dengan panjang gelombang yang lebih tinggi dari sinar pengeksitasi," terangnya melalui siaran resmi yang diterima Tribunjogja.com.

Kemudian cahaya fluoresensi yang dipancarkan oleh kuah tersebut terekam oleh webcam melalui fluorescence imaging software yang kemudian diamati karakteristik spektrum warnanya.

1.728 Calon Mahasiswa Baru Lolos Jalur Mandiri UIN Sunan Kalijaga

Untuk menghasilkan citra yang sesuai ditambahkan lensa dan juga filter UV.

Lensa berfungsi menyesuaikan perbesaran bayangan serta fokus citra dan filter UV memblokir sinar UV sehingga hasil citranya akan lebih bagus.

"Fluorescence spectroscopy system juga dilengkapi sumber cahaya polikromatis atau LED putih yang digunakan untuk pengambilan citra pembanding terhadap citra kuah daging babi dan daging sapi yang terpapar sinar UV. Dengan begitu dapat diamati apakah fluoresensi muncul pada sampel kuah daging babi dan sapi yang terpapar sinar UV," terangnya.

Aji Rahmadi menjelaskan, untuk mendapatkan nilai ripitabilitas atau kekonsistensian alat, sudah dilakukan pengujian sebanyak 5 kali.

Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Ini Modifikasi Batuan Zeolit untuk Menyerap Limbah Pabrik

Dari hasil pengujian didapatkan spektrum kuah daging sapi berada pada Bin 39 sedangkan kuah daging babi berada pada Bin 37.

Hasil spektrum yang diperoleh memiliki perbedaan yang sangat kecil, sehingga kuah daging sapi dan kuah daging babi tidak dapat dibedakan secara kasat mata, sehingga memerlukan alat untuk membedakannya.

"Dari pengujian ripitabilitas didapatkan nilai sebesar 100%. Maka dari nilai tersebut dapat dikatakan bahwa sistem yang telah dibuat sangat layak digunakan sebagai metode uji alternatif dikarenakan dari kekonsistensian pengukurannya," ungkapnya.

Nantinya, alat ini diharapkan bisa dijadikan alternatif dalam upaya menjamin kehalalan suatu makanan berdasarkan fenomena fluorensi pada olahan daging babi dan sapi. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved