Yogyakarta

Refleksi Peristiwa Kudatuli dari Yogyakarta

Sebagai satu di antara peristiwa penting, Kudatuli perlu untuk direfleksikan mengingat latar belakang sejarah yang jadi buntut dari kejadian tersebut.

Refleksi Peristiwa Kudatuli dari Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Supriyadi (tengah berpeci) saat menyampaikan kesaksiannya tentang peristiwa Kudatuli dalam malam refleksi yang digelar di Hotel Permata, Dagen, Jumat (26/7/2019) malam. 

Dilanjutkan Supriyadi, kejadian itu kemudian berpuncak pada perebutan kantor DPD PDI oleh massa pro Mega yang berada di daerah Badran, Jalan Tentara Pelajar pada 20 Juli 1996.

"Saat itu dipimpin oleh Tarigan Sibero selaku Ketua PDI DPD DIY pro Mega. Terjadi cekcok dan keributan, kemudian aparat datang dan kita diboyong sebanyak lima orang," ujarnya.

Kelima orang dari PDI pro Mega tersebut kemudian digelandang ke markas Kodim.

Supriyadi mengaku, mereka diperiksa selama kurang lebih sembilan jam, mulai dari pukul 23.30-09.00 Wib.

Supriyadi yang saat itu diamanatkan sebagai Komandan Satgas diinterogasi paling lama.

Ia bilang tindakan itu spontan dari masa dan tidak ada pengerahan.

Ia juga ditanyakan soal adanya bambu runcing dan batu di lokasi kejadian.

"Saya jawab ndak tahu. Pokoknya kita ditekan sama aparat dan dibilang kalau sempat ada kejadian lagi kita berlima itu akan diamankan kembali. Mereka juga mengancam jangan sampai kejadian itu terulang lagi," urainya.

PDIP Dominasi Perolehan Kursi di DPRD Kulon Progo

Selepas itu, masa perwakilan pro Mega akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Jakarta dan menyatakan sikap untuk siap mendukung penuh Megawati sebagai Ketum PDI.

"Kita tiga malam di sana sampai tanggal 24 Juli 1996. Sehabis pulang baru kemudian meletus Kudatuli," kenangnya.

Halaman
123
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved