Bisnis

Santika dan Amaris Hotel se-Jawa Timur Bali Gelar Gathering

Pertemuan tersebut diharapkan bisa mempererat silaturahmi dan menjalin komunikasi yang baik antar peserta.

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon Pinsker
Peserta gathering bersama travel agent foto bersama usai kegiatan, Jumat (26/7/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jaringan Hotel Santika dan Amaris se Jawa Timur dan Bali menyelenggarakan gathering bersama travel agent, Jumat (26/7/2019) di Cangkir Caffe, Yogyakarta.

Pertemuan tersebut diharapkan bisa mempererat silaturahmi dan menjalin komunikasi yang baik antar peserta.

Agus S. Yanto, General Manager Hotel Santika Bali mengatakan, saat ini jaringan hotel Santika berjumlah sekitar 120 di seluruh Indonesia.

Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan berkembangnya tren pariwisata perjalanan.

Hotel Santika Berbagi dengan Anak-Anak di Kawasan Kali Code

"Pertemuan ini khusus untuk wilayah Jawa Timur dan Bali. Kami harapkan kerjasama yang telah terjamin selama ini bisa semakin maksimal lagi," ujarnya.

Agus melanjutkan, dengan dibangunnya ruas jalan tol sebagai saran penghubung antar wilayah, kini jarak tidak lagi menjadi masalah.

Pihaknya optimistis, pembangunan tersebut berdampak baik terhadap iklim pariwisata khususnya sektor perhotelan.

"Kita ingin menggarap sektor transportasi darat dari Yogyakarta. Karena potensinya cukup bagus dan bukan hanya dari turisnya saja, tapi dari sisi bisnis juga," ujarnya.

Amaris Hotel Kian Eksis di Segmen Hotel Budget

Khusus untuk wilayah Jawa Timur, terdapat 13 jaringan hotel Santika dan Amaris.

Sementara, untuk wilayah Bali juga berjumlah sama yakni 13.

Saat ini, pihaknya juga tengah mengangkat brand baru di sektor yang sama, yakni Kampi Hotel.

"Jumlah itu masih akan bertambah. Kita sudah punya rencana untuk pengembangan," imbuhnya.

Lebih lanjut Agus menerangkan, Santika dan Amaris selalu mengedepankan pelayanan maksimal kepada pelanggan.

Dengan tagline 'Hospitality from the Heart' jaringan Hotel milik Kompas Gramedia tersebut menawarkan ikon nusantara dalam pelayanannya.

"Kita memang lebih ke Indonesian home. Sentuhan Indonesianya lebih diangkat. Kalau di tempat lain kan agak jarang. Kalau tamu pengen masakan nusantara kita ada, jadi ngga usah khawatir," urainya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved