Sport

Hapkido Indonesia Gelar Penyegaran Pelatih Tingkat Nasional

Diklat Kepelatihan Nasional Hapkido tersebut diselenggarakan guna menyiapkan pelatih yang berkompeten seiring berkembang pesatnya olahraga anyar ini d

Hapkido Indonesia Gelar Penyegaran Pelatih Tingkat Nasional
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Peserta Diklat dan Penyegaran Pelatih Hapkido Indonesia Tingkat Nasional V berfoto bersama Ketum PPHI, GBPH Prabukusumo di Graha Satria Bangsa, Pondok Pemuda Ambarbinangun, Kasihan, Bantul, Jumat (26/7/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM - Pengurus Pusat Hapkido Indonesia (PPHI) menggelar Pendidikan dan Latihan (Diklat) dan Penyegaran Pelatih Tingkat Nasional V Tahun 2019 di Graha Satria Bangsa, Pondok Pemuda Ambarbinangun, Kasihan, Bantul, Jumat (26/7/2019).

Diklat Kepelatihan Nasional Hapkido tersebut diselenggarakan guna menyiapkan pelatih yang berkompeten seiring berkembang pesatnya olahraga anyar ini di seluruh Indonesia.

Hal tersebut dibuktikan dengan berdirinya kepengurusan olahraga asal Korea tersebut di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Pengurus Pusat Hapkido Indonesia Periode 2018-2022 Resmi Dikukuhkan

Ketua Umum PPHI, GBPH Prabukusumo mengatakan pemantapan kualitas pelatih Hapkido ini tak lepas dari animo luar biasa dari masyarakan yang tertarik akan olahraga anyar ini.

Diharapkan, nantinya setelah menjalani Diklat para peserta bukan hanya mapan secara skill namun juga manajemen olahraga.

Komitmen tersebut dibuktikan dengan menghadirkan secara langsung master instruktur dari Hapkido Dunia atau World Hapkido Martial Arts Federation (WHMAF).

Tersebar di 28 Provinsi Tanah Air, Hapkido Indonesia Akhiri Upaya Pengembangan

"Kami ingin profesional, sesempurna mungkin. Hari ini digelar penyegaran pelatih nasional yang kelima dan harapannya ini setiap tahun harus ada, sehingga pelatih itu melakukan tugasnya secara benar, karena apabila salah sedikit pun akan memberi efek pada generasi muda kita yang ada di daerah masing-masing," ujar GBPH Prabukusumo.

Lebih lanjut, GBPH Prabukusumo mengatakan, saat ini pihaknya terus berkomunikasi dengan KONI Pusat untuk mewujudkannya.

Jika tahun 2020 mendatang belum bisa ditandingkan secara resmi, harapannya hapkido bisa ditandingkan namun dalam bentul ekshibisi.

"Rencananya, PON kan digelar tahun 2020 mendatang. Dan kami di tahun yang sama akan menggelar Kejurnas ke-5 di Bali. Nah, saat ini kami terus berkomunikasi dengan KONI Pusat agar mendapatkan izin bahwa ajang Kejurnas ke-5 di Bali tersebut nantinya bisa dijadikan bagian dari edisi PON sebagai pertandingan eksebisi," ungkapnya.

Sementara itu, KONI DIY yang diwakili Kabid Sport Science, Iptek & Litbang, Prof. Dr. Suharjana, M.Kes., AIFO, berharap dengan penyegaran instruktur pelatih ini nantinya menghasilkan pelatih-pelatih yang berkualitas.

Pihaknya mewakili KONI DIY juga sangat mendukung akan perkembangan hapkido.

Khusus untuk di DIY, hapkido diharapkan sudah bisa dipertandingkan pada ajang Porda DIY.

"Harapannya, di Porda DIY yang akan datang bisa masuk. Untuk itu, acara diklat pelatih ini sangat baik agar bisa memaksimalkan kemampuan dan pengetahuan para pelatih," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved