Asal-usul Nama Sate Klathak dan Alasan Kenapa Sate Klathak Ditusuk Jeruji Besi
Sate Klathak bisa Anda temukan di Jalan Imogiri Bantul. Sate Klathak adalah sate kambing yang ditusuk jeruji dengan bumbu garam dan kuah santan
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
Asal-usul Nama Sate Klathak dan Alasan Kenapa Sate Klathak Ditusuk Jeruji Besi
TRIBUNJOGJA.COM - Pernahkah kamu mendengar nama kuliner khas Sate Klathak? Atau bahkan kamu salah satu penggemar beratnya?
Sate Klathak adalah sate kambing yang dibakar dengan cara ditusuk jeruji dengan bumbu garam dan kuah santan.
Buat yang belum pernah mencoba dan ingin merasakan nikmatnya kuliner daging kambing ini, kamu bisa berkunjung ke Jalan Imogiri, Bantul.
Di tempat ini ada sederet warung Sate Klathak yang populer.

Satu di antaranya sate klathak Pak Pong yang berada di Jalan Sultan Agung No 18 Jejereaen II, Wonokromo, Pleret, Kabupaten Bantul.
Peta menuju Sate Klathak Pak Pong
Warung sate klathak Pak Pong memiliki tempat yang cukup luas dan bisa untuk rombongan.
Namun karena popularitasnya, terkadang Anda harus menunggu cukup lama karena pengunjung yang membeludak, terutama pada akhir pekan atau masa-masa liburan.
Selain Sate Klathak Pak Pong, ada pula Sate Klathak Pak Bari.
Ini pun tak kalah populernya bahkan menjadi tempat syuting film Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2).
Peta Menuju Sate Klathak Pak Bari
Pak Bari menjelaskan bahwa dirinya adalah generasi ketiga yang berjualan sate klathak. "Dulu yang pertama kali berjualan sate klathak adalah simbah saya. Kemudian diteruskan olah bapak, kemudian saya," ujarnya.
Sebelum dikenal dengan nama sate klathak, sate jenis ini dikenal dengan nama sate uyah.
Alasannya kerena sate ini hanya dibumbui menggunakan garam (uyah) sehingga menambah keunikan sate klathak.
