Breaking News:

Kasus Hipotermia Paling Mengerikan, Pendaki Membeku di Zona Maut Gunung Everest

Hannelore Schmatz melakukan pendakian ke Puncak Everest pada tahun 1979 bersama suaminya. Nahas, ia tewas dalam perjalanan yang membahayakan itu.

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
YouTube
Jasad Hannelore Schmatz di Zona Maut Everest 

TRIBUNJOGJA.COM - Istilah hipotermia kini tengah banyak diperbincangkan setelah viral kabar pendaki yang disetubuhi untuk menyembuhkan hipotermia.

Kasus pendaki yang mengalami hipotermia sebenarnya bukanlah kali pertama terjadi. Bahkan banyak di antaranya yang termasuk dalam kasus hipotermia ekstrem seperti yang dialami para pendaki gunung Everest.

Hannelore Schmatz melakukan pendakian ke Puncak Everest pada tahun 1979 bersama suaminya. Nahas, ia tewas dalam perjalanan yang membahayakan itu.

Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Pendaki Tidak Boleh Dekati Dasar Kawah Ratu dan Kawah Upas

Penjelasan Ahli soal Cara Mengatasi Hipotermia yang Benar dan Risikonya Jika dengan Disetubuhi

Skin to Skin, Cara Menangani Hipotermia yang Benar Bukan dengan Disetubuhi

Hannelore Schmatz memang menyukai aktivitas ekstrem mendaki gunung sebagaimana suaminya, Gerhard. Pasangan itu, memutuskan untuk melakukan pendakian membahayakan ke puncak Everest pada tahun 1979 bersama dengan sekelompok pendaki lainnya. 

Baca:

Hilang Sepekan, Pendaki Slovakia Ditemukan Tewas Membusuk Dikerubuti Monyet di Merbabu

Zona Kematian, Inilah Ujian Terakhir Pendaki Sebelum Tiba di Puncak Everest

Detik-Detik Mengerikan Saat Gempa Memicu Longsor di Gunung Everest

Saat itu, Gerhard berusia 50 tahun dan bertindak sebagai ketua tim pendakian. Sementara Hannelore berusia 39 tahun, sebagai anggota tim pendakian.

Dalam misi pendakian itu, Gerhard merupakan manusia tertua yang melakukan misi membahayakan tersebut.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved