Yogyakarta

AP 1 Dorong Percepatan Moda Transportasi Darat untuk Dukung Akses Bandara YIA

Pada bulan Oktober mendatang penerbangan akan semakin bertambah menjadi 66 rute penerbangan ke luar Jawa.

AP 1 Dorong Percepatan Moda Transportasi Darat untuk Dukung Akses Bandara YIA
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Aktivitas pekerja di proyek pembangunan Bandara YIA di Temon, Kulon Progo, Selasa (9/7/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Pelaksana tugas sementara General Manager (GM) Bandara YIA, Agus Pandu Purnama menjelaskan, begitu cepatnya progres pembangunan bandara YIA tidak diikuti dengan infrastruktur pendukung.

Diantaranya kesiapan moda transportasi darat untuk menuju bandara.

Pandu menjelaskan, pada bulan Oktober mendatang penerbangan akan semakin bertambah menjadi 66 rute penerbangan ke luar Jawa.

Operasional bandara pun nantinya akan bertambah dari pukul 06.00 hingga pukul 18.00 menjadi pukul 06.00 menjadi 23.00.

Lemari Lila Padukan Kain Batik dan Desain Kasual

“Kereta api juga sudah sepakat untuk penambahan rute jam operasi pararel,” katanya, dalam acara bincang santai Optimalisasi Keberadaan Yogyakarta Internasional Airport di Swissbell Hotel, Selasa (24/7/2019).

Pandu juga menyebut adanya tawaran untuk konsep penataan moda transportasi darat dari PT AMI Yogyakarta.

Konsep yang ditawarkan pun sama dengan konsep di luar negeri.

Pihak PT Angkasa Pura 1 pun membuka diri untuk moda transportasi apapun termasuk Trans Jogja untuk moda transportasi ini.

“Kami membuka diri asal sesuai dengan mekanisme di PT AP 1. Seperti apa modelnya, harus dilihat karena kendala memang pada aksesibilitas,” katanya.

Lion Air Rute Makassar-Yogyakarta Resmi Mendarat Perdana di Bandara YIA Kulonprogo

Selain moda transportasi darat, ketersediaan hotel dan rumah sakit dekat bandara pun menjadi satu di antara hal yang harus dikebut.

Saat ini, anak perusahaan PT AP 1 tengah membangun hotel di dekat bandara dengan kapasitas 70 kamar dan bulan Desember ini diperkirakan hamper selesai.

“Adanya 66 penerbangan dengan 8,4 juta penumpang kalau dipindahkan dari Adi Sutjipto, ketersediaan penginapan, transportasi darat dan rumah sakit penting. Kalau terjadi trobel pesawat harus dipikirkan menginapkan 400 penumpang dari pesawat jenis wide body. Melihat begitu penting kolaborasi pemerintah daerah untuk kecepatan pembangunan di sekitar bandara,” jelasnya. (*)

Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved