Kulon Progo

Petambak Selatan YIA Abaikan Surat Perintah Pengosongan Lahan

Mereka akan tetap menebar benih udang di ratusan tambak yang ada sebagai mata pencaharian.

Petambak Selatan YIA Abaikan Surat Perintah Pengosongan Lahan
istimewa
Ilustrasi: Ketua DPRD Kulon Progo, Akhid Nuryati meninjau lokasi tambak udang di selatan proyek NYIA di Temon, Rabu (20/2/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Para petambak budidaya udang di kawasan pantai selatan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menyatakan tak menggubris surat perintah pengosongan lahan yang dilayangkan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.

Mereka akan tetap menebar benih udang di ratusan tambak yang ada sebagai mata pencaharian.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Paguyuban Petambak Udang Glagah, Palihan, Sindutan, dan Palihan (Galitanjang), Agung Supriyanto.

Balas Budi, Seorang Miliuner Bangun Vila dan Rumah Mewah Gratis untuk Warga Miskin

Menurutnya, saat ini ada lebih dari 100 kolam tambak di kawasan pantai selatan bandara tersebut.

Sekitar 50 kolam dalam kondisi siap panen dalam waktu dekat.

Maksimal Oktober, Tambak Udang Selatan YIA Harus Sudah Kosong

Ia tak menampik ada beberapa kolam yang kosong karena sudah panen dan sebagian lainnya kosong karena pemiliknya kekurangan modal untuk tebar benih lagi.

Menurutnya para petambak tetap akan beroperasi meskipun Pemkab menginginkan tambak dikosongkan maksimal Oktober nanti untuk pembangunan sabuk hijau (green belt) pelingdung YIA.

"Punya saya sudah umur 58 hari dan masih bertahan. Sekarang kan harga udang sedang bagus, Rp150.000 per kilogram. Sementara ini ya (surat perintah pengosongan lahan) kami abaikan dan tetap beroperasi," jelas Agung seusai beraudiensi dengan Pemkab Kulon Progo, Rabu (24/7/2019) di Wates.

Dalam audiensi itu, Pemkab Kulon Progo sebetulnya menjanjikan akan merelokasi para petambak di sepanjang Pantai Glagah hingga Pantai Congot itu ke wilayah kawasan budidaya perikanan di Banaran, Kecamatan Galur.

Pemerintah berencana memperluas lahan peruntukan budidaya tersebut sehingga bisa menampung petambak Galitanjang yang saat ini menambak di areal terlarang.

Halaman
123
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved