Kronologi Bandar Narkoba Hendak Suap Polisi Rp 1,7 Miliar, Gagal Meski Sudah Berikan Rp 100 Juta

Kronologi Bandar Narkoba Hendak Suap Polisi Rp 1,7 Miliar, Gagal Meski Sudah Berikan Rp 100 Juta

Kronologi Bandar Narkoba Hendak Suap Polisi Rp 1,7 Miliar, Gagal Meski Sudah Berikan Rp 100 Juta
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA
Kapolda Sumatera Selaran Irjen Pol Firli menunjukkan uang hasil TPPU yang didapatkan dari bandar narkoba senilai Rp 8,4Miliar, Rabu (24/7/2019). 

Penyidik akhirnya menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Kuangan (PPATK) untuk menyelidiki kekayaan Danil yang merupakan hasil penjualan narkoba.

"Seluruh harga yang disita itu berupa aset tanah, bangunan, tambah udang 3 hektare di Lhoksumawe, rumah seluas 300 persegi di Palembang, tanah di Ogan Ilir 9,8 hektar, bangunan, CV, tiga unit minibus, 5 unit mobil truk, 3 unit motor dan uang tunai Rp 1,7 miliar. Total yang disita Rp 8,4 miliar," jelas Kapolda Sumsel.

Tersinggung Kata Lo Ini Sok Cantik, Sok Seksi, Dua Wanita di Lampung Terlibat Perkelahian

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Farman menjelaskan, hasil pengembangan penyidik, Danil adalah bandar yang memasok narkoba untuk pulau Jawa dan Sumatera.

Seluruh barang tersebut dikendalikan Danil dari dalam lapas. Bahkan, dalam satu bulan, Danil bisa menjual 5 hingga 10 kilogram sabu.

"Dia menggerakkan jaringannya dari jeruji sel. Uang hasil penjualan itu diputarnya untuk berbisnis tambak udang dan investasi tanah," jelas Farman.

Farman menerangkan,mereka saat ini sedang mencari kaki tangan Danil. Kuat dugaan para jaringan Danil masih melakukan bisnis tersebut.

"Bandar besar Danil ini inisialnya MT warga negara Malaysia, itu yang sedang kita kembangkan," ungkapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bandar Narkoba Hendak Suap Polisi Rp 1,7 Miliar, tetapi Gagal",.

Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved