Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto: Galang Kekuatan Rakyat Lawan Radikalisme dan Terorisme

Pemerintah DIY saat ini tercatat memiliki Satuan Perlindungan Masyarakat (Sat Linmas) sejumlah 30.858 orang personel.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto: Galang Kekuatan Rakyat Lawan Radikalisme dan Terorisme
Istimewa
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah DIY saat ini tercatat memiliki Satuan Perlindungan Masyarakat (Sat Linmas) sejumlah 30.858 orang personel.

Meski kewenangannya terbatas, di bawah kendali Satuan Tugas Polisi Pamong Praja (Satpol) PP, mereka sebenarnya bisa dilibatkan untuk melakukan deteksi dini terhadap munculnya gerakan-gerakan radikalisme maupun terorisme.

“Pemda DIY ini memiliki pasukan yang tidak sedikit jumlahnya. Jumlahnya 30.858 personel. Ini yang sedang kita coba koordinasikan dengan TNI dan Polri. Satlinmas ini kita dorong menjadi lembaga yang mampu melakukan deteksi dan pencegahan dini munculnya aksi radikalisme dan terorisme,” ungkap Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Rabu (24/7/2019).

Dalam konferensi pers di DPRD DIY sehubungan diselenggarakannya diskusi bertema Strategi Pencegahan dan Penegakan Hukum terhadap Aksi Radikalisme dan Terorisme, Kamis (26/7/2019), dia menyampaikan begitu Satlinmas resmi menjadi lembaga maka bisa bekerjasama dengan aparat yang berwenang.

“Anggota Satlinmas ini keseharian hidup di tengah-tengah masyarakat, mereka bisa memberikan informasi dan juga berbagai laporan kepada aparat TNI, Polri dan Pemda DIY. Ke depan kita perlu perkuat konsolidasi dan koordinasi Satlinmas dengan Babinkamtibmas dan Babinsa untuk menjaga keamanan dan perdamaian di wilayah pedesaan atau kelurahan,” ungkap Eko Suwanto yang saat ini menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta.

Adapun narasumber diskusi tersebut adalah Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD serta Kapolda DIY Irjen Pol Drs Ahmad Dofiri MSi.

Menurut Eko Suwanto didampingi staf Sekretariat DPRD DIY, Pat Nugroho dan Lia, selain Linmas Pemda DIY juga memiliki Jaga Warga dan FKDM yang jumlah personelnya juga terbilang tidak sedikit.

Personel Jaga Warga yang hidupnya berbasis pedesaan maupun kelurahan sebenarnya potensial untuk diberdayakan guna mendukung langkah-langkah serta upaya-upaya memberantas intoleransi, radikalisme dan terorisme.

Diakui atau tidak, lanjut Eko Suwanto, eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia, kerukunan dan perdamaian di Indonesia faktanya dihadapkan pada berbagai ancaman dan tantangan.

Berdasarkan penelitian bersama yang dilakukan Kesbangpol DIY dan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2017, DIY memiliki peta kerawanan sosial termasuk adanya ancaman tumbuh kembangnya radikalisme, ekstrimisme, intoleransi, separatisme dan terorisme.

“Kita dukung peningkatan kerjasama Pemda, perguruan tinggi dan tokoh masyarakat dalam mendukung Polri dan TNI menjaga Pancasila dan NKRI sekaligus memberantas bahaya intoleransi dan terorisme serta menghancurkan kekuatan pendukung ide negara yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI,” kata politisi muda PDI Perjuangan Eko Suwanto.

Dari diskusi itu diharapkan diperoleh strategi pencegahan sekaligus penegakan hukum untuk menghadapi aksi-aksi tersebut, ditinjau dari berbagai aspek.

Pada diskusi tersebut DPRD DIY juga perwakilan kepala sekolah SMA dan SMK, Pusat Studi Pancasila dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta, ketua-ketua OSIS dari SMA/SMK, beberapa ketua Karang Taruna maupun perwakilan Satlinmas.

Diskusi tersebut juga akan dijadikan bahan Komisi A untuk menyusun anggaran di tahun angaran 2020. (*)

Editor: ribut raharjo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved