Pemprov DIY Sambut Baik Tawaran Kerjasama dari Pemkab Trenggalek

Pihak Pemerintah Provinsi DIY pun akan mengkaji dan merumuskan kerjasama terbaik dengan Pemkab Trenggalek.

Pemprov DIY Sambut Baik Tawaran Kerjasama dari Pemkab Trenggalek
Tribun Jogja/ Agung Ismiyanto
Bupati Trenggalek, M Nur Arifin, dan jajaran Pemkab Trenggalek menjajaki kerjasama dengan Pemprov DIY. Pemkab Trenggalek menawarkan kerjasama wisata, budaya dan ekonomi di Gedhong Pracimosono Kepatihan, Selasa (23/7/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA. COM, YOGYA - Pemerintah Provinsi DIY menyambut baik tawaran kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

Pihak Pemerintah Provinsi DIY pun akan mengkaji dan merumuskan kerjasama terbaik dengan Pemkab Trenggalek.

Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Trisaktiyana, menyambut baik tawaran kerjasama dari Bupati Trenggalek. Dia juga mengapresiasi benang merah sejarah antara Pemprov DIY dengan Pemkab Trenggalek.

"Kami siap menyambut kerjasama dengan Bupati Trenggalek. Kami agendakan untuk pertemuan Rakorda di tanggal 25 Juli mendatang, " paparnya, Selasa (23/7/2019).

Dalam acara Rakordal ini, Bupati Trenggalek bisa bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X secara langsung.

Untuk saat ini, Gubernur tidak bisa langsung menjawab karena sedang bertemu dengan Presiden.

"Termasuk, upacara-upacara keraton mana yang bisa diadopsi dan budayanya bisa bertemu langsung dengan Gubernur. Hal ini karena menyangkut bagaimana tata cara dari Keraton Yogyakarta, " paparnya.

Untuk kerjasama terkait dengan wisata dan ekonomi, Trisaktiyana juga menyebut pihaknya masih akan mengkaji dan menyiapkan dokumen sesuai dengan aturan. Hal ini karena DIY pun memiliki payung hukum untuk kerjasama sesuai dengan Perda Keistimewaan.

"Apakah nanti ada MoU, Sister City atau apapun kami akan kaji dan menyesuaikan dengan aturan terkait dengan kerjasama ini. Namun, benang-benang merah ini jika bisa diwujudkan kerjasama akan bagus, " ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Trisaktiyana juga memaparkan terkait dengan potensi wisata DIY. Potensi ekonomi dan juga berbagai macam simbol filosofis di Yogya seperti posisi keraton Yogya, Gunung Merapi dan Pantai Selatan.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo menjelaskan, ada beberapa hal yang memang harus dicermati untuk kerjasama. Diantaranya, untuk persoalan Bregodo lombok abang, kata dia memang tidak boleh sama persis dengan Bregodo Keraton Yogyakarta.

"Di Yogya, banyak parade bregodo asalkan tidak sama dengan keraton. Busananya pun kreasi masyarakat, " ujarnya.

Sementara, Yogya punya desa-desa wisata yang bisa dikembangkan untuk mendukung kearifan lokal bisa dilestarikan. Hal ini pun bisa mendorong pengembangan sektor wisata.

"Kami menumbuhkan desa wisata untuk mendorong perkembangan wisata di sini, " ulasnya. (TRIBUNJOGJA. COM)

Penulis: ais
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved