Yogyakarta

Komunitas Chakil Squad Meriahkan Selasa Wage Lewat 'Chakil Njoged, Njoged Chakil'

Para penampil, menurut Wisnu juga dari unsur pelaku seni gerak tari modern seperti musik hip hop.

Komunitas Chakil Squad Meriahkan Selasa Wage Lewat 'Chakil Njoged, Njoged Chakil'
Istimewa
Penampilan Chakil Squad saat momen Selasa Wage di Jl Malioboro, Yogyakarta, Selasa (23/7/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Momen Selasa Wage saat masa semi pedestrian Malioboro, Kota Yogyakarta Selasa (23/7/2019) lagi-lagi menyita perhatian sejumlah warga dan para wisatawan yang sedang berada di Yogyakarta.

Ini terlihat dari kerumunan manusia yang nampak di Jl Malioboro.

Tak hanya pejalan kali, para pesepeda juga tampak melintas.

Kehadiran sejumlah pelaku seni di sepanjang jalur pedestrian pun membuat masyarakat yang melintas di Jl Malioboro menjadi betah berlama-lama berada di sana.

Salah satunya Komunitas Chakil Squad, yang pada sore itu menampilkan tari cakil yang diberi sentuhan gerak, kostum, irama dan koreografi tari modern.

Wali Kota Yogyakarta Kenalkan Becak Listrik di Malioboro

“Sore ini kita menampilkan tarian “Chakil Njoged, Njoged Chakil”. Maksud tema ini adalah cakil yang joged. Dan joged itu juga bisa cakil. Karena joged itu kan konteksnya luas. Tidak hanya joged yang tradisional. Tari modern itu bisa joged juga,” kata Wisnu Aji, Ketua Komunitas Chakil Squad Yogyakarta seusai pentas.

Konsep tari yang ditampilkan oleh lebih dari 60 anggota Chakil Squad ini menurut Wisnu sangat sederhana.

Yaitu, tari dengan dasar tari cakil yang dikombinasikan dengan unsur gerakan tari modern seperti capoera, wushu dan gerak khas aktobatik.

Tak hanya itu, sentuhan modern juga ditunjukkan dari kostum dan iringan.

Para penampil, menurut Wisnu juga dari unsur pelaku seni gerak tari modern seperti musik hip hop.

Mereka, adalah orang-orang yang sengaja didekati Wisnu, untuk bergabung dengan Chakil Squad sehingga memberikan warna yang berbeda dari komunitas ini setelah sejak 2007 aktif dengan pelaku seni tari tradisi.

Viral : Video The Avengers Menari Flashmob Tarian Jawa Beksan Wanara

“Jadi di sini kita ingin membuat sebuah sajian tari tradisi yang bisa dinikmati oleh lebih banyak kalangan. Harus kita akui banyak pengaruh tari modern masuk. Kita tidak mau menjauh tapi justru mendekat dengan modernisasi ini dengan membuat konsep tari kontomporer seperti ini dengan tetap menjaga seni tradisi,” kata Wisnu.

Wisni pun menyebut, acara yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan DIY ini bisa bermanfaat untuk kembali meningkatkan daya tari seni tradisi melalui gerak tari.

Ia pun secara terbuka siap berkolaborasi dan menerima serta berbaur dengan siapapun yang se-frekuensi, yaitu berkreasi dengan berbijak dari seni tradisi. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: sus
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved