Kriminalitas

Butuh Modal Judi, Residivis Gadaikan Motor Pemilik Losmen di Gunungkidul

Dari pengakuan tersangka, motor digadaikan seharga Rp 4,5 juta dan hasilnya telah digunakan untuk berjudi dadu.

Butuh Modal Judi, Residivis Gadaikan Motor Pemilik Losmen di Gunungkidul
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Kriminalitas 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Butuh modal untuk judi, SU alias Bagong diringkus jajaran Polsek Purwosari karena telah menipu dan menggelapkan motor penjaga losmen di Purwosari bernama Sagiyo (40).

Kapolsek Purwosari, AKP Hajar Wahyudi menjelaskan kronologis tindak kejahatan yang dilakukan Bagong berawal saat menginap di sebuah losmen yang terletak di Desa Girijati, Kecamatan Purwosari pada Jumat (19/7/2019) malam.

Pada sabtu dini hari, Bagong meminjam motor milik penjaga losmen dengan alasan akan menjemput istrinya yang berada di Bantul.

Lemari Lila Padukan Kain Batik dan Desain Kasual

"Bagong berasal dari Dusun Sriging, Desa Patemon, Kecamatan Gunung Pati, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini tengah. Setelah ditunggu hingga siang hari ternyata motor tidak kunjung dikembalikan, lalu pemilik motor langsung melaporkan ke polsek," katanya pada Tribunjogja.com.

Selanjutnya Hajar mengatakan, motor milik korban bernama Sagiyo bernomor polisi AB 4164 QM.

Setelah mendapatkan laporan, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil meringkus Bagong di Dusun Punden, Desa Samban, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jateng.

Menurut Hajar, proses penangkapan sempat berlangsung alot.

"Saat dilakukan penangkapan, tersangka sempat melawan pada Senin (22/7/2019) malam. Selain tersangka yang kami amankan, motor milik korban juga berhasil diamankan," ucapnya.

Hajar mengungkapkan, Bagong nekat melakukan perbuatan tersebut karena telah kecanduan judi.

Beberapa Kali Beraksi, Pencuri Kotak Infak Ini Akhirnya Tertangkap

Dari pengakuan tersangka, motor digadaikan seharga Rp 4,5 juta dan hasilnya telah digunakan untuk berjudi dadu.

"Bagong ini ternyata residivis untuk kasus yang sama dan baru saja keluar dari tahanan pada bulan Desember 2018 lalu, tersangka disangkakan pasal 372 dan pasal 378 KUHP tentang penipuan atau penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," paparnya.

Sementara itu, Bagong mengakui perbuatannya tersebut.

Menurutnya, ia nekat membawa kabur dan menggadaikan motor korban karena khilaf.

"Sebenarnya tidak ada niat, tapi karena sudah kecanduan judi dan pas tidak punya modal, ya saya bawa (motor korban) dan tak gadaikan di tempat judi, dan uang hasil gadai motor telah habis untuk judi," ungkapnya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved