Yogyakarta

Belum Semua Desa di Daerah Rawan DIY Tangguh Bencana, Termasuk Pesisir Pantai Selatan

Lewat pembentukan destana tersebut nantinya akan diisi dengan berbagai macam kegiatan terkait dengan kontigensi serta strategi penyelematan bencana ts

Belum Semua Desa di Daerah Rawan DIY Tangguh Bencana, Termasuk Pesisir Pantai Selatan
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Biwara Yuswantana Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY saat ditemui wartawan di media center Pemda DIY, Selasa (23/7/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - DIY memang dikenal dengan potensi ancaman bencana yang cukup kompleks.

Mulai dari Gunung Berapi, tanah longsor, kekeringan bahkan gempa dan tsunami mengancam wilayah DIY.

Kendati memiliki potensi ancaman yang cukup kompleks, belum semua desa yang terletak di daerah rawan bencana menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana).

Empat Desa di DIY Disambangi Ekspedisi Destana, Wujudkan Masyarakat Tangguh Bencana Tsunami

"Saat ini ada 301 desa di DIY yang masuk kawasan rawan bencana. 260 desa sudah terbentuk menjadi Destana, sisanya akan kita kejar hingga akhir 2020 nanti," kata Biwara Yuswantana Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY kepada wartawan, Selasa (23/7/2019).

Jumlah desa yang belum menjadi Destana tersebut termasuk desa yang berada di kawasan rawan di pesisir selatan DIY.

Namun Biwara berharap seluruh desa di DIY yang berada di kawasan rawan bencana termasuk di pesisir selatan DIY tersebut berubah menjadi Destana.

"Di Kabupaten Bantul baru ada sekitar 8 desa, Kulonprogo sebanyak 10 desa dan Gunungkidul ada 11 desa," ulasnya.

Komisi A DPRD DIY dan BPBD DIY Telah Persiapkan Berbagai Instrumen Terkait Penanggulangan Bencana

Lewat pembentukan destana tersebut nantinya akan diisi dengan berbagai macam kegiatan terkait dengan kontigensi serta strategi penyelematan bencana tsunami.

Selain itu, dalam Destana tersebut juga akan ada pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) serta pemasangan jalur evakuasi warga.

"Kita berharap dengan destana ini mampu mengurangi resiko bencana," tandasnya.

Biwara juga menjelaskan nantinya akan ada evaluasi terkait keberadaan Destana.

Selain itu ada juga upaya standarisasi bagi Destana yang telah terbentuk sehingga masyarakat benar-benar menjadi masyarakat yang paham dan mengetahui apa yang harus mereka lakukan saat bencana terjadi.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved