Sleman

Kades Banyurejo Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Desa Sebesar Rp 633,8 juta

Dari hasil penghitungan Inspektorat Pemkab Sleman, RS diduga melakukan korupsi dan merugikan keuangan negara sebesar Rp 633,8 juta.

Kades Banyurejo Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Desa Sebesar Rp 633,8 juta
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman menetapkan Kades Banyurejo Kecamatan Tempel berinisial RS sebagai tersangka.

RS diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa Banyurejo pada tahun 2015 dan 2016.

Kepala Kejari Sleman, Bambang Surya Irawan saat ditemui Tribunjogja.com pada Senin (22/7/2019) mengatakan, penetapan tersangka dilakukan pada 19 juli 2019 kemarin berdasarkan No.sprind.01/M.4.11/07/2019.

Lemari Lila Padukan Kain Batik dan Desain Kasual

Dari hasil penghitungan Inspektorat Pemkab Sleman, RS diduga melakukan korupsi dan merugikan keuangan negara sebesar Rp 633,8 juta.

"Nanti kita akan periksa tersangka, sudah kita jadwalkan," ujar Bambang saat acara memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke-59.

Ia juga mengatakan dalam waktu dekat, penyidik juga akan memanggil saksi-saksi untuk keperluan pemberkasan.

Adapun kasus ini bermula adanya laporan dari masyarakat tentang dugaan penyimpangan dana desa di Desa Banyurejo Kecamatan Tempel Tahun 2015-2016.

KPK Terima Hasil Putusan Kasus Korupsi Taufik Kurniawan

Berbekal laporan tersebut, tim melakukan penyelidikan, dan setelah mendapat alat bukti dugaan penyimpangan, perkara ini ditingkatkan ke penyidikan.

Jika terbukti bersalah, RS terancam hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun penjara yang diatur Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Halaman
12
Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved