Bantul

BPBD Bantul Ajukan Rp 2 Miliar ke BNPB untuk Perbaiki Pompa dan Saluran Air

BPBD Bantul akan mengajukan proposal bantuan pada BNPB untuk memperbaiki saluran air di daerah kekeringan di Bantul.

Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Surat permohonan status siaga darurat kekeringan yang diajukan BPBD Bantul telah disetujui oleh Bupati Bantul pekan lalu.

Sebagai tindak lanjut, BPBD Bantul akan mengajukan proposal bantuan pada BNPB untuk memperbaiki saluran air di daerah kekeringan di Bantul.

Anggaran yang diajukan yakni Rp 2 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto mengatakan sebelum mengajukan proposal tersebut akan dilakukan inventarisasi fasilitas seperti pompa air dan pipa saluran air di rumah-rumah warga yang perlu diperbaiki.

Lemari Lila Padukan Kain Batik dan Desain Kasual

"Kami BPBD akan menindaklanjuti dengan menginventarisasi kebutuhan air bersih masyarakat. Juga menginventarisasi berbagai fasilitas masyarakat yang selama ini ada tapi tidak berfungsi karena rusak, seperti mesin pompa untuk jaringan ke rumah, pipanisasi saluran air ke rumah," jelas Dwi pada Tribunjogja.com, Senin (22/7/2019) pagi.

"Itu nanti kita inventarisasi jumlahnya berapa, sehingga dengan cara seperti itu, nanti kita akan mengajukan permohonan bantuan dana siap pakai ke BNPB untuk memperbaiki saluran air yang rusak di rumah masyarakat," jelasnya.

Dwi memperkirakan, untuk memperbaiki fasilitas tersebut membutuhkan anggaran Rp 2 miliar.

"Perkiraan maksimal akan memohon Rp 2 miliar untuk semuanya. Kalaupun nanti kurang, nanti tahun berikutnya kita ajukan kembali," ungkapnya.

BPBD DIY Minta Masyarakat Kurangi Aktivitas Penyebab Kebakaran

Fasilitas yang perlu diperbaiki ini berada di daerah langganan kekeringan seperti Piyungan, Dlingo, dan Imogiri.

"Paling banyak di tiga tempat itu yang selama ini rutin mengalami kekeringan," jelasnya.

Namun, karena mahalnya pompa yang harus dibeli dan pipanisasi, mereka tidak mampu menyediakan sendiri.

Pompa ini untuk digunakan di sumur dengan kedalaman hingga 100 meter.

Kata Dwi, dengan kedalaman tersebut membutuhkan pompa yang besar.

BPBD Bantul Berencana Buat Sistem Daur Ulang Air Wudu

"Itu nanti rencananya yang rusak akan kita ganti dengan bantuan dana BNPB. Pompanya untuk sumur dalam dengan kedalaman sampai 100 meter sehingga butuh pompa yang besar," jelasnya.

Disinggung soal anggaran dropping air, Dwi mengatakan untuk saat ini BPBD Bantul masih bisa memenuhi sendiri dengan dibantu pihak swasta.

"Banyak elemen dunia usaha di Bantul yang membantu dropping selama musim kemarau. Sedangkan anggaran BPBD hanya Rp 40 juta, jadi kalau ada kekurangan kita mintakan ke dunia usaha," paparnya.

Dalam dua bulan terakhir, BPBD Bantul telah melakukan dropping 5-8 tangki per hari atau sekitar 25.000 liter hingga 40.000 liter air.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved