Dampak Kekeringan, 225 Hektar Lahan Padi dan Palawija di Bantul Alami Gagal Panen

Jenis tanaman pada lahan yang terdampak kekeringan parah itu didominasi oleh padi dan palawija.

Dampak Kekeringan, 225 Hektar Lahan Padi dan Palawija di Bantul Alami Gagal Panen
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Ponimin, petani di Sokarame, Mangunan, Dlingo, Bantul membabat tanaman padi yang kering dan gagal panen untuk pakan sapi. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sekitar 225 hektar lahan pertanian di Kabupaten Bantul selama musim kemarau tahun ini mengalami puso atau gagal panen.

Jenis tanaman pada lahan yang terdampak kekeringan parah itu didominasi oleh padi dan palawija.

"Ada 225 hektar se-kabupaten Bantul lahan pertanian puso. Tanamannya, ada padi dan beberapa palawija. Bawang merah tidak ada," kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul, Pulung Hariyadi, saat ditemui Tribunjogja.com, Sabtu (20/7/2019) kemarin.

Jumlah tersebut dimungkinkan masih terus bertambah.

Mengingat musim kemarau di Yogyakarta masih panjang, diprediksi akan terjadi hingga 2-3 bulan kedepan.

Puncaknya diperkirakan pada bulan Agustus mendatang.

Selama musim kemarau, pasokan air untuk lahan pertanian sangat terbatas.

Apabila masih ada air, Pulung menganjurkan para petani supaya bisa memanfaatkan pompa.

Namun jika air sudah habis, masa tanam di lahan pertanian sebaiknya ditunda terlebih dahulu.

"Manfaatkan lahan yang lain dulu, misalkan pekarangan. Kita efektifkan perikanan atau peternakan yang ada di pekarangan," ujar Pulung.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved