225 Hektar Lahan Padi dan Palawija di Bantul Gagal Panen, Para Petani Merugi Jutaan Rupiah

Pulung Hariyadi menaksir jumlah kerugian yang diderita oleh petani di Bantul cukup besar

225 Hektar Lahan Padi dan Palawija di Bantul Gagal Panen, Para Petani Merugi Jutaan Rupiah
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Ponimin, petani di Sokarame, Mangunan, Dlingo, Bantul membabat tanaman padi yang kering dan gagal panen untuk pakan sapi. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Selama musim kemarau kali ini, sekitar 225 hektar lahan pertanian padi dan palawija di Kabupaten Bantul mengalami puso atau gagal panen.

Akibatnya para petani di Bantul pun menderita kerugian yang tidak sedikit.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul, Pulung Hariyadi, menaksir jumlah kerugian yang diderita oleh petani di Bantul cukup besar.

Jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

"Taksiran kerugian, dihitung (225 hektar) kalikan Rp5 juta perhektarnya," kata dia, ditemui Sabtu (20/7/2019)

Jika merujuk pada taksiran yang disampaikan oleh Pulung kemudian dikalikan dengan total jumlah lahan pertanian yang gagal panen sebanyak 225 hektar, maka didapati angka kerugian petani Bantul akibat lahan puso ditaksir sebesar Rp1,125 miliar.

Dikatakan Pulung, tidak ada ganti rugi bagi lahan yang mengalami gagal panen.

Karena memang para petani di Bantul selama ini tidak ada yang berminat ikut dalam program jaminan asuransi tani.

"Kalau nelayan yang ikut asuransi sudah banyak. Petani belum ada," ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved