Yogyakarta

Misi Roncensekar untuk Melestarikan Budaya Daerah

Penampilan Roncensekar ini ditutup dengan Flashmob Maumere yang kemudian disambut tepuk tangah meriah oleh para penonton.

Misi Roncensekar untuk Melestarikan Budaya Daerah
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
penampilan tari Komunitas Roncensekar dalam acara Pasar Kangen Jogja di Taman Budaya Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Siang itu, para penari yang mengenakan kemben berwarna hijau yang dipadupadankan dengan sampur berwarna merah menari dengan anggun sambil mengikuti irama gending Jawa.

Mereka tampak menawan dengan riasan di wajah mereka.

Sesekali mereka melenggokan tubuh dengan gemulai.

HUT Bantul ke-188, 188 Penari Pentaskan Tari Sumilaking Wisata Bahari

Penampilan para penari ini berhasil memukau ratusan penonton yang tengah berkunjung ke Pasar Kangen Jogja di Taman Budaya Yogyakarta pada Sabtu (20/7/2019).

Pada event Pasar Kangen Jogja ini,  sebanyak 20 penari yang tergabung dalam komunitas tari Roncensekar ini membawakan lima tarian yakni Tari Sekar Pudyastuti, Tari Sembah Pambuko, Tari Gambyong, Tari Roro Ngigel dan Tari Yapong.

Penampilan Roncensekar ini ditutup dengan Flashmob Maumere yang kemudian disambut tepuk tangah meriah oleh para penonton.

Tari Jaranan Turonggo Yakso, Kesenian Asli Trenggalek yang Tetap Lestari Hingga Era Milenial

Pengurus Roncensekar, Marcelia Apriari Hendraswasti mengatakan, melalui pementasan tari ini, Roncensekar mengajak para remaja maupun ibu-ibu untuk turut melestarikan budaya daerah sebagai warisan adiluhung.

"Kami (Roncensekar -red) itu pecinta seni, kami mengajak remaja putri dan ibu-ibu atau siapapun yang mencintai seni untuk menari dan latihan bersama kami," ujarnya kepada Tribunjogja.com

Lanjutnya, seiring kemajuan teknologi banyak para remaja yang perlahan mulai enggan menyentuh hal-hal yang berkaitan dengan kesenian tradisional.

Mereka cenderung lebih banyak menyukai budaya-budaya instan.

Warga Bantul Ini Lestarikan Penyu di Pantai Samas Hampir 2 Dekade

"Oleh sebab itu kami tergerak untuk mengajak kaum muda maupun ibu-ibu untuk menggiatkan kembali cinta akan budaya bangsa Indonesia, khususnya kegiatan seni," tuturnya.

Roncensekar yang berdiri pada 14 September 2017 silam ini rutin mengadakan latihan menari bersama, mulai dari Tari Klasik, Tari Bali maupun Tari Kreasi Baru.

"Komunitas Tari Roncensekar rutin mengadakan latihan setiap Kamis sore. Jadi bila akan tampil kapan saja kami sudah siap. Dan ke depannya kami akan lebih intens latihan lagi untuk mengenalkan kesenian dan budaya daerah kita," kata dia.

Penampilan Roncensekar kali ini juga disaksikan langsung oleh pencipta Tari Sembah Pambuko yakni MM Ngatini dari Padepokan Bagong Kasudiarjo.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved