Gunungkidul

Masyarakat Dihimbau untuk Tidak Alergi dengan Kegiatan Bela Negara

TMMD bukanlah hanya sebatas pembangunan fisik tetapi juga meliputi pembangunan non fisik seperti pemahaman cinta kepada tanah air.

Masyarakat Dihimbau untuk Tidak Alergi dengan Kegiatan Bela Negara
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto Pangaribowo
Kasdam TNI Teguh MA saat meninjau kegiatan TMMD di Desa Banaran Playen, Jumat (19/7/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Masyarakat dihimbau untuk tidak alergi pada kegiatan bela negara.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) Diponegoro Jawa Tengah dan DIY, Brigjen Teguh Muji Angkasa, di sela-sela pemantauan kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Desa Banaran, Playen, Gunungkidul, Jumat (19/4/2019).

Menurutnya Kegiatan TMMD bukanlah hanya sebatas pembangunan fisik tetapi juga meliputi pembangunan non fisik seperti pemberian pemahaman terkait bela negara, pemahaman cinta kepada tanah air.

Selain itu pihaknya juga memberikan penyuluhan bagaimana cara merawat hewan ternak.

Lemari Lila Padukan Kain Batik dan Desain Kasual

"Masyarakat mayoritas adalah petani dan peternak untuk itu sangat penting diberikan bagaimana cara merawat ternak agartidak terkena penyakit," imbuhnya pada Tribunjogja.com.

Ia mengungkapkan TNI tidaklah besar jika tidak didukung oleh rakyat untuk itu perlu diberikan pemahaman bela negara kepada masyarakat umum, karena bela negara sudah tercantum pada Undang Undang Dasar.

"Masih banyak masyarakat yang alergi dengan bela negara, masyarakat jangan berpikir bahwa bela negara hanyalah kewajiban TNI maupun Polri saja. tetapi masyarakat juga memiliki kewajiban yang serupa. Cinta tanah air juga untuk menangkal paham-paham radikalisme yang dapat mengancam NKRI," katanya.

Untuk pembangunan fisik dirinya menghimbau agar dapat selesai tepat waktu karena jika pembangunan fisik telat dapat menjadi temuan.

TMMD Tahap II Dibuka, Wakil Walikota Magelang: TMMD Diharapkan Bantu Entaskan Kemiskinan

"Ini yang dipakai uang rakyat jadi jangan sampai waktu habis tetapi pembangunan belum selesai. Pembangunan dilakukan terlebih dahulu mendahului jadwal malah gak papa istilahnya mencuri start tidak masalah," katanya.

Kepala Desa Banaran, Suminto mengaku sangat senang karena dengan adanya TMMD dapat memperbaiki infrastruktur yang ada di wilayahnya sehingga manfaat saat dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Banaran.

"Masyarakat kami libatkan langsung dalam TMMD, selama ini kami tidak menemui kendala dalam pembangunan jalan yang menghubungkan desa satu dengan yang lainnya, semoga program TMMD di desa kami dapat selesai sesuai waktu yang ditentukan," pungkasnya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved